top of page
Search

Dampak Kelangkaan Dan Tingginya Harga Minyak Goreng, Pelaku UMKM Banyak Memilih Tidak Berjualan

Mar 19, 2022
1 min read

BANGKALAN - analisapost.com | Kelangkaan minyak goreng terjadi sejak Januari 2022. Langkanya salah satu bahan pokok di tengah masyarakat ini, membuat harga minyak goreng semakin melambung. Kelangkaan minyak goreng ini berimbas kepada pelaku UMKM, yang menggeluti usaha makanan cepat saji yang terpaksa menaikkan harga jualannya. Sabtu (19/03/22)

Sebagian para pelaku UMKM terpaksa tutup karena tidak adanya minyak goreng. Hingga akhir pekan di bulan Maret 2022 masyarakat di berbagai daerah, khususnya di kabupaten Bangkalan Madura masih menyuarakan keluh kesah kelangkaan minyak goreng dan tingginya harga.


Menurut nara sumber pedagang gorengan mengatakan kepada awak media, “kalau harga minyak goreng terus merangkak naik, terpaksa dagang kerupuk saya hentikan dulu dari pada rugi,” ungkapnya dengan nada mengeluh.

Abdurrahman Tohir selaku ketua DPP Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis ( PAKIS )

Abdurrahman Tohir selaku ketua DPP Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis ( PAKIS ) Mengatakan, “terkait kelangkaan dan mahalnya minyak goreng pemerintah kabupaten, seharusnya peka dan tanggap apa yang menjadi keluhan masyarakat dan aparat penegak hukum ( APH ) seharusnya melakukan tindakan di setiap pusat perbelanjaan dan pasar-pasar tradisional berikan sanksi, tutup tempat usahanya kalau terbukti menyimpan atau menimbun,” ungkap Abdurrahman.


Pasalnya problem kelangkaan minyak goreng ini semakin lama semakin menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Bukan virus Covid-19 lagi yang menjadi perbincangan para ibu rumah tangga, melainkan kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng.” Abdurahman Tohir. menambahkan ( MzL )

 
 
 

Comments


logo_analysis_post_TERBARU-removebg-previe

Kanal

Nasional

Politik

Hukum & Kriminal

Peristiwa

Lintas Negara

Lifestyle

Kesehatan

Kesehatan

Fashion

Fashion

Pariwisata

Pariwisata

Pariwisata

Suguhan Nusantara

Pariwisata

Pariwisata

Pariwisata

  • Whatsapp
  • TikTok
  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya