top of page

Film "Lyora" Angkat Realita Perempuan dalam Penantian Buah Hati

Diperbarui: 30 Jul

SURABAYA - analisapost.com | Sinema Indonesia kembali menghadirkan kisah menyentuh dan relevan dengan realitas sosial melalui film terbaru berjudul Lyora: Penantian Buah Hati.

Film bergenre drama keluarga ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 7 Agustus 2025.

Film "Lyora" Angkat Realita Perempuan dalam Penantian Buah Hati
Film Lyora Angkat Realita Perempuan dalam Penantian Buah Hati (Foto: Div))

Diproduksi oleh Paragon Pictures, Lyora disutradarai oleh Prita Arianegara, dengan naskah ditulis oleh Titien Wattimena dan Priska Amalia.


Film ini mengangkat tema perjuangan perempuan dalam menghadapi tantangan kehamilan dan impian menjadi seorang ibu, isu yang jarang diangkat secara mendalam dalam layar lebar.


Menurut produser Virgie Baker, film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan realitas yang dialami jutaan perempuan. "Kisah ini menggugah sisi kemanusiaan, memperlihatkan pergulatan batin dalam membangun keluarga,” ujarnya kepada awak media AnalisaPost, Selasa (29/7/25).


Cerita berfokus pada tokoh Meutya Hafid (diperankan oleh Marsha Timothy), seorang perempuan karier yang berada di persimpangan antara tuntutan pekerjaan dan keinginan memiliki anak.


Di usia yang tak lagi muda, Meutya bersama suaminya, Fajrie (Darius Sinathrya), menjalani berbagai upaya untuk mendapatkan keturunan, termasuk prosedur bayi tabung.


Namun, perjalanan mereka penuh rintangan, dari kegagalan medis hingga tekanan emosional yang menguras tenaga dan perasaan. “Film ini menggambarkan dengan lembut namun kuat bagaimana keteguhan hati menjadi cahaya di tengah gelapnya jalan panjang menuju kehamilan,” kata Baker.

Cerita ini berfokus pada perempuan karier yang keinginan memiliki anak.
Cerita ini berfokus pada perempuan karier yang keinginan memiliki anak. (Foto: Div)

Film Lyora, Penantian Buah Hati turut diperkuat oleh aktor dan aktris ternama, seperti Widyawati sebagai Metty Rumaety, Aimee Saras sebagai Fika, Olga Lydia sebagai Cathy, Hannah Al Rashid sebagai Navira, Ariyo Wahab sebagai dokter Ivan, dan Ivanka Suwandi sebagai Rosmala.


Kehadiran mereka menambah kedalaman cerita dan memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan film ini.


Di balik layar, proyek ini digarap dengan penuh dedikasi oleh para produser, Robert Ronny, Pandu Birantoro, Andi Boediman sebagai produser eksekutif dan Virgie Baker.


Kolaborasi mereka menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang refleksi bagi para penonton akan makna keluarga, empati, dan perjuangan yang kerap berlangsung dalam diam. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya