top of page

Gemar Nonton Drakor dan Dracin? Ini Dampak Negatif Jika Berlebihan

SURABAYA - analisapost.com | Drama Korea (drakor) dan dramaChina (dracin) menjadi tontonan favorite banyak masyarakat Indonesia. Jalan cerita yang menarik, visual yang memanjakan mata, serta akting para pemain yang emosional kerap membuat penonton larut dalam cerita hingga terbawa perasaan.

Kebiasaan menonton berlebihan dapat berdampak pada produktivitas dan interaksi sosial
Kebiasaan menonton berlebihan dapat berdampak pada produktivitas dan interaksi sosial (Foto: Ilustrasi analisapost)

Menonton drakor dan dracin pada dasarnya dapat menjadi hiburan, menambah wawasan budaya, sekaligus mengisi waktu luang. Namun, kebiasaan menonton secara berlebihan justru dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa dampak negatif yang dapat muncul akibat terlalu sering menonton drakor dan dracin.


  1. Lupa Waktu dan Mengabaikan Kewajiban

    Menonton drama secara maraton sering membuat seseorang kehilangan kendali atas waktu. Banyak penonton rela begadang demi menamatkan episode demi episode hingga lupa makan, belajar, bahkan beristirahat.


    Kondisi ini kerap berdampak pada aktivitas utama, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan sulit berkonsentrasi, menurunnya prestasi belajar, hingga keterlambatan datang ke sekolah atau kampus.


  2. Emosi dan Mood Menjadi Tidak Stabil

    Alur cerita dalam drakor dan dracin yang sarat emosi dapat mempengaruhi kondisi psikologis penonton. Saat cerita bahagia, penonton bisa merasa terlalu senang, sementara saat cerita sedih, penonton dapat ikut larut dalam kesedihan yang berlebihan.


    Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi membuat suasana hati menjadi tidak stabil karena emosi penonton terbawa oleh cerita yang ditonton.


  3. Kurang Mengapresiasi produk Lokal

    Drama Korea maupun China sering menampilkan produk dan gaya hidup negara asalnya. paparan yang berulang membuat sebagian penonton lebih tertarik membeli produk asing yang digunakan para aktor dalam drama.


    Akibatnya, minat terhadap produk dalam negeri bisa menurun karena penonton lebih memilih barang-barang yang dianggap lebih populer atau identik dengan idola mereka.


  4. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

    Kebiasaan menonton drama secara berlebihan juga membuat seseorang cenderung mengisolasi diri. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beriteraksi dengan keluarga atau teman justru dihabiskan sendirian di depan layar.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat mengurangi kualitas hubungan sosial dan keterbatasan dengan orang-orang terdekat.


  5. Pola Hidup Tidak Sehat

    Menonton drama dalam waktu lama membuat penonton duduk berjam-jam tanpa aktivitas fisik. Gaya hidup ini berisiko memicu masalah kesehatan, seperti obesitas dan gangguan kardiovaskular, terlebih jika disertai kebiasaan mengkonsumsi camilan berlebihan.


    Kurangnya aktivitas fisik juga berdampak pada kesehatan mental, karena olahraga berperan penting dalam mengurangi stres dan menjaga suasana hati tetap stabil.


Kesimpulan

Menonton drakor dan dracin pada dasarnya bukanlah hal yang keliru, selama dilakukan secara bijak dan seimbang. Tontonan tersebut dapat menjadi sarana hiburan, pelepas penat, sekaligus media pembelajaran budaya dari negara lain. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kebiasaan ini justru berpotensi mengganggu kesehatan fisik, kestabilan emosi, hubungan sosial, hingga produktivitas sehari-hari.


Oleh karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu membangun kesadaran untuk mengatur waktu menonton dengan baik. Membatasi durasi layar, tetap mengutamakan kewajiban utama, menjaga aktivitas fisik, serta meluangkan waktu untuk bersosialisasi merupakan langkah awal yang penting.


Selain itu, generasi muda juga perlu belajar mengelola waktu luang secara produktif, misalnya dengan meningkatkan keterampilan, mengikuti pelatihan, mencari pengalaman kerja, atau memulai usaha kecil sesuai minat dan kemampuan.


Hal ini menjadi langkah penting agar hiburan tidak berubah menjadi kebiasaan yang merugikan. Dengan pola menonton yang sehat dan bertanggung jawab, drakor dan dracin dapat dinikmati tanpa mengorbankan kualitas hidup. Lebih dari itu, kebiasaan mengatur waktu sejak dini dapat mendorong generasi muda untuk berpikir mandiri, siap kerja, dan memiliki masa depan yang lebih terarah.


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya