IKA ITS Support Penuh Relawan Kebencanaan di Kalangan Mahasiswa

SURABAYA - analisapost.com | Memasuki masa rehat pendampingan masyarakat pasca erupsi Semeru, serta memanfaatkan momentum Ramadhan, Kompartemen Kebencanaan IKA ITS menggandeng Kemahasiswaan ITS menyelenggarakan Buka Bersama dan Ngobrol Santai di Sekretariat IKA ITS yang sekaligus menjadi Posko Kebencanaan. (Jumat 22 April 2022). Acara dihadiri oleh jajaran pengurus IKA ITS, Pembina Kemahasiwaan ITS serta pukuhan mahasiswa yang tergabung dalam elemen relawan kebencanaan.

Kompartemen Kebencanaan IKA ITS menggandeng Kemahasiswaan ITS menyelenggarakan Buka Bersama dan Ngobrol Santai di Sekretariat IKA ITS (Foto: Jadid)

Dr.Eng. Yeyes Mulyadi dari Direktorat Kemahasiwaan ITS mengawali acara dengan memberikan pujia dan apresiasi atas kiprah mahasiswa ITS yang tergabung dalam relawan kebencanaan yang tiada henti terjun ke masyarakat terdampak bencana untuk membrikan nilai tambah dan melakukan perubahan situasi dan kondis menjadi lebih baik terutama melalui sentuhan teknologi.


Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan bangga serta terima kasih pada IKA ITS khususnya Kompartemen Kebencanaan, yang selama masa pandemi ini tidak surut bersinergi dengan kampus khususnya dalam memfasilitasi dan mendampingi mahasiswa ITS yang terlibat dalam tangaap bencana.


Pria yang juga menjadi salah satu Dewan Pakar IKA ITS ini merasa sangat terbantukan dalam menggerakkan dan menyalurkan mahasiswa ITS yang tergerak rasa kemanusiaannya untuk terlibat aktif dalam penanggulangan bencana.


Dengan pelatihan dan terjun langusung ke daerah terdampak bencana, maka salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat dapat terlaksana, tentunya berkat sinergisitas kampus dengan alumninya.


“Beberapa waktu yang lalu kita sudah pasang EWS di Semeru. Setelah rehat sejenak, kita sudah siapkan tim pendampingan para peternak melalui program pakan alternatif dan pengelolaan ternak dengan sentuhan dari hasil riset dan inovasi teknologi. AKtifitas tanggap bencana menjadi salah satu pintu bagi kampus untuk berdharma.” tandas Yeyes.

Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan PP IKA ITS, Ir. Arief Wisnu menekankan keunggulan sekaligus keunikan dari mereka yang terjun dalam kebencanan. Berbeda dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang merupakan kewajiban, mereka yang menjadi relawan dan terjun ke masyarakat memiliki momen yang berbeda. Kalau sukarela, akan menjadi pengalaman yang sangat berharga karena digerakkan oleh panggilan jiwa.


Mereka yang berasal dari berbagai jurusan dengan beragam warna jaketnya, disaat menjadi relawan dan terjun ke luar membawa nama ITS maka disatukan dalam jaket Almamater biru ITS. Dikombinasikan dengan sentuhan sains dan teknologi, hal itulah yang menjadi ciri khas relawan dari almamater ITS. Mantan Ketua PW IKA ITS Jawa Timur ini juga berpesan kepada para mahasiwa yang antusias dalam acara tersebut. “Sekretariat dan posko ini silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ajak teman-teman mahaSaya berharap ini bisa jadi pusat kegiatan, ajang interaksi mahasiswa dan alumninya.” Pungkas Wisnu.


Ir. Hamdani Bantasyam, M.T. selaku Wakil Sekjen PP IKA ITS memberikan apresiasi kepada para relawan yang telah bergabung dan bersinergi dalam Kompartemen Kebencanaan IKA ITS. Mereka yang bergerak sebagai relawan adalan capaian level tertinggi seseorang.


Aktifitas relawan adalah bentuk kesalehan sosial, sebgai bentuk ibadah yang memperdulikan banyak orang. Jadi orang sholeh itu tidak harus dicirikan dengan jubah putih dan tekunnya beribadah rutin, namun mereka yang terus bergerak mengabdikan diri untuk kemanusiaan adalah juga orang sholeh yang justru tersembunyi dari pandangan orang lain namun mendapatkan tempat bagi Sang Penciptanya, “Mereka yang terus beraktifitas dengan diniatkan menolong, wajib dibantu sepenuh hati.” tegas Hamdani.


Cak Ham, panggilan akrab pria asal Aceh ini juga memb erikan tambahan materi yang harus dimiliki dan dipegang oleh adik-adik mahasiswa agar bisa mencapai kesuksesan.“Kesuksesan bukan didapat tiba-tiba dan muncul begitu saja, namun harus dipersiapkan sejak dini dan harus dirintis serta ditempuh dengan konsisten dan terencana.” Imbuhnya.


Tiga syarat minimal untuk mecapai sukses yakni soft skill, attitude dan knowledge. Pertama soft skill. Selain memiliki keilmuan yang baik, indikatornya IP (Indek Prestasi) 3, sebagai syarat minimal, kita juga harus penya kemampuan lainnya, diantaranya kemampuan komunikasi, kemampuan berpendapat dan berargumentasi, berbahasa inggris dsb. Kedua attitude yang baik. Kita harus memiliki mainsett yang baik, yakni menanamkan bahwa semua yang dilihat positif. Ini menjadi energi yang positif pula nantinya dalam berpikir, bersikap dan bertindak.

Disitulah orang akan nampak dan isa terlihat attitudenya dalam berinteraksi. Ketiga, knowledge yakni berpengetahuan luas, memiliki cara pandang dari berbagai pertimbangan (makroKita tidak boleh menajdi katak dalam tempurung, karena itu akan menjadi penghambat dalam kemajuan dan pencapaikan kesuksesan.”Sekali lagi kesuksesan harus dipersiapkan, dan itulah yang akan membuat orang tua bangga pada anaknya. Capailah itu karena pembuka pintu kesuksesan adalah orang tua kita.” Pesan Hamdani.

Acara yang dimulai menjelang buka puasa dan dilanjutkan setelah ishoma berlangsung cukup intense, dan menjadi ajang transfer nilai dari para alumni yang kebanyakan adalah para aktifis sejak masa mudanya. Mahasiswa dan alumni yang hadir saling berbagi dan menggali informasi serta pengalaman terkait beragam aktifitas utamanya dalam kegiatan kebencanaan dan kemanusiaan.


Ir. Djuwono Hadisusanto, M.Si., Dewan Pembina PP IKA ITS memungkasi dengan menekankan pentingnya perencanaan yang matang, penataan system dan pendokumentasian dalam berkegiatan.


Ide dan gagasan yang cemerlang harus bisa dikonsepkan dengan baik, diwujudkan dalam bentuk tulisan dan gambaran yang bisa disampaikan ke orang lain untuk menyakinkan bahwa itu bisa diwujudkan. “Semua harus bisa dikomunikasikan sehingga sinergisitas berbagai elemen dapt terwujud dan menjaid kekuatan besar dalam mengimplementasikan gagasan guna mengatasi dampak kebencanaan serta mengedepankan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.” pungkas Djuwono.(RJ)

0 tampilan0 komentar