ITS Berangkatkan 27 Bus Mudik Gratis Untuk 1.180 Sivitas Akademika
- analisapost

- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Momen Lebaran menjadi waktu yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Menyambut momen tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar program mudik gratis bagi sivitas akademika dengan memberangkatkan 27 armada bus menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, Sabtu (14/3) pagi.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan, program mudik gratis merupakan agenda rutin yang diselenggarakan ITS untuk memudahkan sivitasnya, khususnya mahasiswa, mendapatkan fasilitas perjalanan pulang kampung saat Lebaran.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bentuk komitmen ITS dalam menyediakan fasilitas perjalanan yang aman dan nyaman bagi sivitas akademika.
"Program ini merupakan wujud komitmen ITS untuk memberikan fasilitas terbaik, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi sivitas," ujar Bambang sebelum melepas keberangkatan 27 armada bus.
Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS itu menambahkan, program mudik gratis tahun ini diikuti oleh 1.180 peserta. Jumlah tersebut meningkat sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah peserta didukung kerja sama berbagai pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS, Ikatan Alumni (IKA) ITS, serta dukungan dari BSI dan BNI.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Ainur Rofiq Ama PKB SH MM menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung perjalanan mudik masyarakat yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Selain itu, program mudik gratis juga dinilai membantu mengurangi kepadatan transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Rofiq menjelaskan, program mudik gratis ITS tahun ini melayani 19 rute perjalanan dengan dukungan 27 armada bus.
Untuk wilayah Jawa Timur, terdapat sembilan rute, yaitu Pasuruan-Probolinggo-Lumajang-Jember; Lamongan-Bojonegoro-Tuban; Bondowoso-Situbondo-Banyuwangi;
Malang-Batu; Madiun-Magetan; Ponorogo-Pacitan; Kediri-Pare-Trenggalek; Tulungagung-Blitar; serta Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Ngawi.
Sementara itu, wilayah Jawa Tengah mencakup lima rute, yakni Rembang-Pati-Kudus-Jepara Demak; Sragen-Surakarta-Boyolali-Salatiga-Semarang-Kendal; Yogyakarta-Purworejo-Kebumen-Cilacap; Surakarta-Klaten-Magelang-Temanggung-Wonosobo-Purbalingga-Purwokerto; serta Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes.
"Wilayah ini meningkat dua rute dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tiga rute,” ujar Rofiq.
Selain itu, terdapat lima rute menuju wilayah barat Pulau Jawa, yakni jalur Bandung; Bekasi; Depok-Jakarta; Tangerang-Serang-Cilegon; serta Cirebon-Sumedang-Subang-Purwakarta-Karawang-Bogor. Rute tersebut juga memungkinkan peserta dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, khususnya Jabodetabek, mengikuti program mudik gratis.
Melalui program ini, ITS turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dengan mendorong pengurangan kepadatan lalu lintas selama arus mudik.
"Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sehingga suasana perayaan hari raya menjadi lebih kondusif,"ujarnya.
Selain memberikan fasilitas perjalanan, program mudik gratis juga membantu peserta menghemat biaya transportasi. Salah satu peserta, mahasiswa asal Jabodetabek Ahmad Maulana, mengaku program tersebut memberikan manfaat besar, mulai dari fasilitas perjalanan hingga cinderamata yang diberikan kepada peserta.
Menurutnya, program ini membantu mengurangi pengeluaran pribadi dan meringankan biaya perjalanan pulang ke kampung halaman.(Ut/Rd)
Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com klik link ini jangan lupa di follow.





Komentar