Kapusdokkes Polri dan Kapolda NTT Resmikan Aula Rupatama dan CT Scan RSB


NTT - analisapost.com | Kapusdokkes Polri Irjen Pol Dr dr. Rusdianto, M.M., M.Si., DFM dan Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H resmikan Aula Rupatama dan CT Scan Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang, Jumat (4/2/2022).


Foto : istimewa

Kegiatan yang digelar di Gedung Hemodilisa RSB Titus Uly Kupang ini dihadiri oleh Sejumlah Pejabat Utama Polda NTT diantaranya, Irwasda Polda NTT, Kabiddokkes Polda NTT dan Kabidhumas Polda NTT, rombongan Kapusdokkes Polri diantaranya, Kabag Operasional Medical Pusdokkes Polri, Kabag Materiil Fasilitas Kesehatan Pusdokkes Polri, Kaur Keu Pusdokkes Polri, Ahli Madya Rumkit Bhayangkara TK.1 RS. Sukanto Pusdokkes Polri dan Paur Subbag Binlat Bag Opsnalmed Pusdokkes Polri.


Hadir juga para Sesepuh yang pernah bertugas di RSB Titus Uly Kupang, para tenaga medis, para anggota dan ASN di lingkup Biddokkes Polda NTT maupun Rumkit RSB Titus Uly Kupang.



Foto : istimewa

Acara peresmian ini diwarnai dengan pertunjukan atraksi/parodi imbauan protokol kesehatan (Prokes) yang dibawakan oleh Tenaga Kesehatan RSB Titus Uly Kupang, dimana parody ini memperlihatkan bahwa tidak boleh menyerah, tidak boleh lengah pada prinsipnya dalam menghadapi pandemi covid-19 dengan tetap pada posisi protokol kesehatan.


Peresmian Aula Rupatama dan Operasional Unit CT Scan ini sendiri ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Kapusdokkes Polri dan Kapolda NTT yang disaksikan langsung oleh Irwasda Polda NTT, Kabiddokkes Polda NTT dan KA Rumkit RSB Titus Uly Kupang.


Computed Tomography Scan atau lebih dikenal CT Scan ini sendiri telah menjadi alat penunjang kesehatan yang penting bagi rumah sakit. Alat yang menggabungkan teknologi X Ray dan komputer ini digunakan untuk mendiagnosa berbagai penyakit pasien dan membaca kondisi tubuh sejak dini secara detail dan akurat.


Kapusdokkes Polri Irjen Pol Dr dr. Rusdianto, M.M., M.Si., DFM yang datang bersama istri dan putranya ini dalam arahannya menyampaikan bahwa, setelah menjabat sebagai Kapusdokkes Polri, ia bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia dengan terus berupaya melatih seluruh Sumber Daya Manusianya.


“Karena input untuk Tenaga Medis Kepolisian amat terbatas, setiap tahun Polri hanya menerima 10 atau 11 dokter yang direkrut untuk sebagai dokter Kepolisian”, ujar Jenderal Bintang Dua ini yang pernah mengawali kariernya selama 13 tahun di NTT.


“Demikian pula peralatan yang kita miliki masih terbatas, sementara saat ini ada covid, inilah moment dan tantangan kita jadikan sebagai peluang”, tambahnya.


Kemudian ia menyampaikan rasa sedihnya, saat mendengar kabar tahun lalu (2021) bahwa, RSB Titus Uly mengalami kebanjiran saat badai Seroja yang mana alat CT SCAN yang dimiliki pun mengalami kerusakan dan tidak bisa diperbaiki dan harus diganti, sehingga ia memerintahahkan untuk diganti dengan yang model terbaru dari 30 slice dengan 80 slice.


“Demikian pula ESWL atau alat pemecah batu ginjal dan saya liat sudah terpasang. Jadi pasien batu ginjal ndak perlu lagi harus ke Denpasar di Kupang sudah terpasang di RSB. Begitupun kita siapkan juga dengan HEMODILISA. Jadi sebagai tempat awal saya berkarir saya tidak akan lupakan, kita upayakan untuk yang terbaik di Kupang”, terang Kapusdokkes Polri.


Ia berhap generasi penerus di RSB Titus Uly Kupang untuk jangan fear (takut).


“Saya harapkan generasi penerus, dari adik-adik yang baru-baru jangan fear, jangan takut. Saya bisa begini dari Kupang, ada hal yang tidak dapat dihitung dengan materi, doa tulus dari adik-adik sekalian dari saudara-saudara sekalian”, ujarnya.


Diakhir sambutannya, sambil terharu, Kapusdokkes Polri menyatakan bahwa, semua kariernya diawali dari RSB Titus Uly Kupang, dimana ia bertugas di Kupang kurang lebih 13 tahun.


“Semuanya diawali dari sini dan saya merasakan sekali, jadi ada hal-hal yang tak dapat dihitung dengan materi yang bisa mendukung saya sampai ke Pusdokkes Polri. Jadi inilah tanah air saya yang kedua NTT. Sepanjang karier saya di Kepolisian 30 tahun 8 bulan, di NTT 13 tahun”, tandasnya.


Sementara itu diawal sambutannya, Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H. menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pusdokkes Polri khususnya Kapusdokkes Polri dan rombongan yang telah mendukung peralatan kesehatan bagi Polda NTT dalam hal ini di RSB Titus Uly Kupang.


“Hari ini merupakan hari yang sangat luar biasa dan membanggakan, kita semuanya bisa menyambut kehadiran dr. Rusdi di sini dalam suasan yang sangat membahagiakan tentunya sebuah kehormatan khususnya buat saya dan seluruh yang hadir. Tentu ini akan membawa makna yang luar biasa”, ucap Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H.


Dikatakannya, sering menyampaikan kepada seluruh anggota di Polda NTT bahwa, selama melaksanakan tugas usahakan meninggalkan legacy, warisan.


“Inilah yang sekarang beliau (Kapusdokkes Polri) tinggalkan sebuah warisan. Banyak warisan-warisan yang beliau sudah tinggalkan yang sekarang dimanfaatkan oleh tenaga medis khususnya di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang”, kata Kapolda NTT.

“Inilah sebuah investasi, jadi saya sampaikan apa yang kita kerjakan saat ini adalah investasi masa depan dan saya yakin, itu yang dialami oleh dr. Rusdi. Beliau bisa mencapai sebuah karier tertinggi, karier tertinggi di Dokkes itu adalah Kapusdokkes”, lanjutnya”, lanjutnya.


Kapolda pun berharap agar gedung ini yang telah dilengkapi dengan peralatan-peralatan agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk warisan bagi generasi berikutnya.


“Kemudian tadi juga sudah dilengkapi dengan peralatan-peralatan, terima kasih saya berharap alat CT Scan itu bisa dijaga terutama nanti para operatornya, tenaga medisnya bisa betul-betul dimanfaatkan dengan baik, bisa digunakan untuk kepentingan para pasien yang membutuhkan, termasuk juga tadi alat-alat lainnya seperti Hemodilisa dan ESWL”, harap orang nomor satu di Polda NTT ini.


Disebutnya, hal yang paling penting adalah perawatan sehingga diharapkan untuk diberdayakan sedemikian rupa sehingga peralatan yang ada bisa dipertahankan kegunaannya.


“Banyak hal tentunya yang akan kita manfaatkan dengan keberadaan gedung ini dan seluruh peralatan yang ada, mudah-mudahan ini bisa menambah kehadiran Rumah Sakit Bhyangkara Titus Uly, yang pertama khususnya untuk para anggota yang membutuhkan perawatan maupun masyarakat", pungkasnya.(tribratanews.ende).wilfridus lera nere.

Tag:

710 tampilan0 komentar