Ketika Pancasila Membuat Iri Negara Lain

Surabaya, Analisa Post | Belakangan ini sering terjadi perseteruan antara pihak-pihak beragama, dimana masing-masing pemeluk agama tersebut berusaha untuk mempertahankan dan membela kepercayaannya mereka sendiri. Jumat (01/10/21)

Foto : Ilustrasi

Ada yang sangat fanatik sampai terjadi pengeboman terhadap rumah ibadah. Di beberapa negara, terkadang bahkan terjadi penindasan dan juga penganiayaan terhadap beberapa pihak tertentu, yang umumnya merupakan minoritas di daerah tersebut.


Ini adalah tanda dari kurangnya toleransi dan hilangnya sebuah pedoman di dalam kehidupan mereka. Seharusnya sebagai umat beragama, kita harus saling menghargai, menghormati, dan menjunjung tinggi rasa persahabatan, dimana perbedaan bukanlah sebuah alasan untuk menyebabkan perpecahan, melainkan sebuah keunikan dan ciri khas dari negara kita sendiri.


Menurut sila pertama Pancasila, yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”, kita harusnya memfokuskan diri pada hubungan kita dengan Tuhan kepercayaan kita sendiri, karena kepercayaan itu adalah privasi kita sendiri, dan bukan hak kita untuk mengurusi apa yang dipercayai oleh orang lain. Karena itu merupakan hak mereka untuk bebas memilih kepercayaannya sendiri. Kasus diatas tadi tentu saja merupakan sebuah contoh penyimpangan dari sila pertama Pancasila.

Foto : Ilustrasi

Ketuhanan yang Maha Esa, berfokus kepada kepercayaan kita tentang adanya dan hadirnya Tuhan di dalam hidup kita. Sila ini berfokus kepada keseluruhan agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia secara resmi ada enam agama serta membebaskan tiap warga negaranya untuk memeluk agamanya masing-masing, yaitu Hindu, Budha, Kong hu cu, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam.


Dalam sila ini, kita diajarkan untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan, dan toleransi kepercayaan orang lain. Karena Pancasila itu adalah benar-benar suatu dasar yang dinamis. Karena memiliki banyak keberagaman seringkali menjadi perhatian dunia sebab memiliki lebih dari 700 suku dan 1.100 bahasa lokal, Indonesia menjadi negara pemilik budaya terbanyak didunia.


Pancasila adalah sebuah karya besar para pendiri Bangsa Indonesia. Karena bisa meracik sebuah ideologi jalan tengah. Dimana Idiologi ini tidak dimiliki oleh negara lain. Oleh karena itu, negara-negara lain mengamati perkembangan Pancasila, mengaguminya bahkan ada negara lain yang ingin meniru ideologi Pancasila sebagai ideologi jalan tengah.


Beberapa negara menyebut Indonesia mampu dengan baik menyatukan 17.000 pulau dan keberagaman etnis dengan Pancasila. Jika bangsa-bangsa lain merasa kagum dan iri terhadap bangsa Indonesia karena memiliki keberagaman dimana hal itu tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia.


Salah satu negara yang mengangumi akan Pancasila adalah Afganistan. Dengan mengedepankan moralitas dan pluralitas, Ia ingin belajar dan menerapkan di negaranya.

Foto : Ilustrasi

Pancasila dalam kedudukannya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber hukum dasar nasional, menjadikan Pancasila sebagai ukuran dalam menilai hukum yang berlaku di negara Indonesia.


Pancasila juga dirumuskan pada alinea ke 4 pembukan Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah India dan Amerika,


Sebagai penerus bangsa, tidak ada salahnya kita berprilaku dan berjiwa Pancasila dengan saling menghormati kebebasan beragama, mengakui persamaan derajad dan hak kewajiban sesama manusia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Indonesia tetap mampu mempersatukan semuanya dengan asas Pancasila.


Maka kita sebagai warga Indonesia seharusnya lebih mencintai dan mengagumi juga harus bangga memiliki Pancasila. Sudah sepatutnya kita bangga dengan memiliki Pancasila. Sebab Pancasila mampu menjadi perekat yang kuat bagi bangsa Indonesia yang sangat beragam. Salah satu wujud dari Pancasila adalah toleransi dalam hidup beragama.(Red)


233 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua