Lestarikan Permainan Anak Bangsa, Dolanan Batu Kreweng

SIDOARJO analisapost.com | Pernah mendengar permaianan sembunyi batu atau dolanan batu kreweng?. Ini merupakan salah satu permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak generasi di era 70an didaerah Jawa Tengah, khususnya Solo. Asal nama permainan ini dari bahasa Jawa, dolanan berarti permainan, dan kreweng berarti pecah genting. Tetapi jika tidak ada pecahan genting, batu biasapun jadi. Selasa (22/02/22)

Permainan batu di desa Pagerngumbuk (Foto: Istimewa)

Melalui kegiatan Minggu Ceria Yayasan Kampung Lali Gadged kembali memperkenalkan permainan tradisional yang lama ditinggalkan oleh masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan bersama anak-anak di daerah Dusun Bendet, Desa Pagerngumbuk, Wonoayu bertujuan kembali memperkenalkan permainan tradisional tanpa bermain gadged.


Permainan ini merupakan jauh-jauhan melempar pecahan genting atau batu sambil meloncat-loncat. Biasanya permainan ini dilakukan ditepi sungai atau dihalaman. Dalam permaianan ini, kemenangan dapat diraih apabila pemain melempar paling jauh.


Tetapi ada juga daerah yang melakukan permainan ini dengan cara meletakanbeberapa jumlah genteng atau batu kerikil diatas punggung tangan dan dilempar lalu di tangkap. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Permaianan lumpur yang di senangi anak-anak (Foto: Istimewa)

Menurut Achmad Irfandi pendiri Kampung Lali Gadged mengatakan," Masyarakat terlalu aktif bermain gadged sehingga kehilangan jiwa sosial. Dengan adanya permainan ini berharap anak-anak bisa mengurangi kecanduan gadged dengan memperkaya khasanah pernainan berbahan alam." Jelasnya saat di konfirmasi melalui whatsapp oleh awak media Analisa Post. Minggu (20/02/22)


Selama kegiatan berlangsung, tentu menjadi kenangan tersendiri seperti yang di lakukan pagi ini oleh 54 anak-anak lokal dan sebagian dari luar. Selain permainan spesial bahan batu, ada juga damparan, sembunyi batu, cublak-cublak suweng, tambahan, egrang, klompen, main lumpur, tarik tambang, dagongan, dan seret gedebong.

Foto: Istimewa

Untuk permainan batu ini sendiri, dilakukan setiap minggu. "Kegiatan ini tentu sangat menyenangkan dan juga salah satu bentuk melestarikan budaya." Terang Irfandi pemuda yang penuh semangat mengakhiri percakapannya.(Dna)




745 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua