Mr Chan Pakar Feng Shui Warga Keturunan India

SURABAYA - analisapost.com | Berawal dari penderitaan hidup semasa kecil, Ia menjadi tertarik mencari makna hidup, untuk mencari jawaban apa yang harus dia perbuat dalam hidupnya di dunia.Usahanya ini menuntun dirinya untuk mendalami budaya Timur Purba, terutama budaya Tiongkok Purba yang memang dari kecil di tekuni nya.

Mr. Chan bersama beberapa tamu yang ingin mengetahui mengenai fengshui (Foto: Div)

Baginya setiap orang pasti memilki talenta dan bakat dalam dirinya. Bakat setiap orang berbeda-beda. Ada yang dibekali dengan indra keenam, atau berbagai keterampilan yang tidak dimilki orang pada umumnya.


Salah satu talenta yang dimilki manusia adalah keahlian dalam membaca peruntungan dalam kepercayaan China, kemampuan ini disebut fengshui. Cukup dengan mengetahui tanggal, bulan, dan tahun lahir seseorang, mereka sudah bisa menjabarkan karakter yang dimiliki orang tersebut. seperti yang dilakukan oleh Mr Chan. Sabtu (30/04/22)


Mr Chan, warga keturunan India berusia kurang lebih 54 tahun, Beliau menekuni Feng Shui aliran kompas dan bentuk serta Ilmu astrologi china sejak tahun 1988 hingga sekarang secara otodidak. Baginya Feng Shui adalah ilmu logika (bukan klenik) dengan nafas budaya dan bahasa masa lalu sehingga harus diterjemahkan dengan cara yang bijak.


Ia memulai praktik Feng Shui dan Bangunan sejak tahun 1990. Baginya Feng Shui adalah pengetahuan yang bisa dipelajari dan dijabarkan dengan logika. Bukan dengan mistik yang menyesatkan. Beliau juga ahli di Numorology dan ahli di pembuatan nama hingga perkawinan.

Rasa tidak puasnya terhadap ulah para suhu yang mengaku ahli hong sui mendorong Mr.Chan untuk mendalami ilmu Feng Shui itu sendiri langsung dari sumbernya, yaitu budaya Tiongkok Purba. Usaha ini di dukung dengan kepandaiannya berbahasa  Mandarin, baik lisan maupun tulis. Naskah-naskah dia lalap habis. Agar tidak terjebak pada praktik-praktik persuhuan.


Mr.Chan tidak demikian saja menelan mentah-mentah pengetahuan feng shui yang dia peroleh dari naskah-naskah berbahasa Mandarin tersebut. Dia mengolah pengetahuan tersebut dengan melakukan suatu penelitian terhadap hasil implementasi dari teori-teori tersebut.


Saat ditemui awak media Analisa Post, ia menjelaskan tentang pengetahuan teoris yang di peroleh dari naskah-naskah tersebut. "Apa yang saya ketahui, saya implementasikan dalam praktik pada sejumlah kasus. Nah dari hasil implementasi ini saya jadi tahu mana yang betul, mana yang salah dan sebagainya. Memang kebenarannya tidak bisa mutlak, karena saya percaya yang mutlak itu milik Tuhan. Kalau mencapai 70 persen benar, sudah cukup empiris sekali." ujarnya


"Saya tau banyak yang tidak percaya akan fengshui bahkan kadang dibilang tipuan. Hal seperti itu biasa kembali keindividunya." Imbuhnya

Mr Chan juga memaparkan mengenai kebudayaan orang China, "Orang Tionghoa masih kuat melestarikan tradisi termasuk fengshui. Biasanya mereka ingin tahu soal keberhasilan di dalam bisnis, kesehatan, perjodohan dan masih banyak lagi. Intinya takdir itu Tuhan yang menetukan dan nasib itu berada di tangan manusia."


"Logikanya jika Tuhan menakdirkan kita hidup susah, sedangkan manusianya sudah tau dia lahir dengan kondisi kurang bagus, tetapi jika ia bermalas-malasan. Maka hidupnya akan tetap seperti itu. Namun berbeda jika manusianya mau bekerja keras, meskipun ia di takdirkan hidup di keluarga yang kurang mampu, dengan kekuatan dia bekerja, maka hidup dia pasti berubah." Terangnya kepada awak media Analisa Post mengakhiri perbincangannya.


Bagi para pembaca yang membutuhkan informasi tentang fengshui, bisa hub ke no 082211169818 (Dna)


1.644 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua