top of page

Panggung Inklusi di Bulan Ramadan, AAI Jatim Tampilkan Talenta Anak Autisme

Diperbarui: 11 menit yang lalu

SURABAYA - analisapost.com | Menjelang peringatan Hari Autisme Internasional, AAI (Autism Awareness Indonesia) DPD Jawa Timur menggelar acara buka bersama dan tausiah bertajuk “Harmoni dalam Keunikan” di Atrium Ciputra World Surabaya, Jumat (6/3/26).

Sejumlah anak berkebutuhan khusus menampilkan pertunjukan musik dan nyanyian dalam acara buka bersama
Sejumlah anak berkebutuhan khusus menampilkan pertunjukan musik dan nyanyian dalam acara buka bersama (Foto: Div)

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menampilkan bakat mereka sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran (awareness) dan dukungan terhadap anak dengan autisme serta keluarganya.


Acara yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut diikuti kurang lebih 200 anak dari delapan sekolah serta sejumlah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.


Ketua AAI DPD Jawa Timur, Vivin Komalia, S.Sos., A.Md Akup., M.M., mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan AAI Jatim dalam rangka memperingati Hari Autisme Internasional menjadi salah satu langkah nyata untuk menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas, khususnya anak dengan autisme.


"Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki potensi dan kemampuan. Mereka hanya membutuhkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.


Acara diawali dengan tausiah dari Kak Krisna, yang dikenal sebagai pengelola lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam tausiahnya, ia menekankan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan dan hadir dengan tujuan yang baik.


Mengutip pesan yang disampaikan Kak Krisna, Vivin menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus bukanlah kesalahan dalam kehidupan.


"Allah tidak pernah salah mencipta. Anak-anak berkebutuhan khusus lahir bukan suatu kesalahan, tetapi dititipkan kepada orang tua agar ke depannya menjadi lebih baik,” kata Vivin. wanita sederhana yang kesehariannya sebagai seorang terapis akupuntur selain menjabat sebagai Ketua AAI. 

Sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah, organisasi, serta masyarakat menghadiri acara buka bersama yang di gelar AAI
Sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah, organisasi, serta masyarakat menghadiri acara buka bersama yang di gelar AAI (Foto: Div)

Selain tausiah, acara juga diisi berbagai penampilan dari anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka menampilkan pertunjukan angklung, menyanyi, fashion show, band, hingga sholawatan, yang mendapat sambutan meriah dari para undangan.


Dari pantauan awak media AnalisaPost, kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah instansi pemerintah, antara lain Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Disperindag UPT Mamin, serta Bapeda Provinsi Jawa Timur.


Vivin menjelaskan, proses terapi bagi anak berkebutuhan khusus memang membutuhkan waktu panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Namun dengan dukungan keluarga, tenaga profesional, serta kepedulian masyarakat dan pemerintah, perkembangan anak-anak tersebut dapat terlihat secara signifikan.


"Harapannya keluarga dan masyarakat semakin menghargai anak-anak istimewa ini, sehingga mereka tidak lagi dipandang sebelah mata,” terangnya.


Sementara itu, perwakilan Bapeda Provinsi Jawa Timur, Agus menyebut konsep acara tahun ini yang dirancang secara khusus untuk memberi ruang ekspresi bagi anak-anak berkebutuhan khusus sangat luar biasa.


"Acara hari ini sangat spesial dengan konsep yang disiapkan dengan baik. Kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus dan penampilan mereka sungguh luar biasa,” katanya saat ditemui awak media AnalisaPost di sela kegiatan.

Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Agus
Perwakilan Bapeda Provinsi Jawa Timur, Agus (Foto: Charles)

Ia menilai, panggung seperti ini penting agar bakat anak-anak tersebut dapat terlihat oleh masyarakat luas.


"Jika kita tidak menyediakan ruang untuk tampil, masyarakat tidak akan tahu bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki bakat dan kemampuan,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan diterima sebagai bagian penting dari masyarakat yang inklusif. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. (Dna/Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya