Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Surabaya Tandai 50 Tahun STI
- analisapost

- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Sangha Theravada Indonesia (STI) menggagas pembangunan Rupang Buddha Nusantara setinggi lima meter di kawasan Vihara Bhumi Dhamma Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Pembangunan rupang tersebut menjadi bagian dari peringatan Tahun Kencana Setengah Abad atau 50 tahun perjalanan STI di Indonesia.

Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, proyek monumental ini diproyeksikan menjadi ikon spiritual baru di ibu kota negara. Selain itu, Rupang Buddha Nusantara juga diharapkan menjadi simbol kebajikan, persatuan, keharmonisan, dan kebinekaan Indonesia.
Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera, mengatakan pembangunan rupang tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran simbol keagamaan. Menurutnya, pembangunan ini juga menjadi upaya menanamkan nilai spiritual serta kecintaan terhadap budaya Nusantara di kawasan ibu kota baru Indonesia.
“Rupang Buddha Nusantara ini diharapkan menjadi pengingat nilai kebajikan dan memperkuat keyakinan umat Buddha, sekaligus menjadi simbol keharmonisan dan keberagaman Indonesia,” ujar Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera di Surabaya, Minggu (17/5/2026).
Rupang Buddha Nusantara mengadopsi Bhūmisparsa Mudrā, yakni sikap tangan Buddha yang melambangkan bumi sebagai saksi kebajikan. Bentuk rupang tersebut merupakan replika arca Buddha yang ditemukan di reruntuhan kompleks Candi Sewu, Jawa Tengah, pada Mei 2025.
Arca asli memiliki tinggi sekitar 1,01 meter. Sementara itu, replika yang akan dibangun di IKN dibuat dengan ukuran lebih besar, yakni setinggi lima meter lengkap dengan singgasana, dengan berat total sekitar satu ton.
Setelah rampung, Rupang Buddha Nusantara akan ditempatkan sebagai objek puja utama di Vihara Bhumi Dhamma Nusantara. Kehadirannya diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan kawasan spiritual dan kebudayaan di IKN, yang diharapkan mencerminkan wajah Indonesia yang inklusif, beragam, dan menjunjung nilai kebangsaan.

Sebagai bagian dari peringatan 50 tahun STI, pembangunan rupang tersebut juga diiringi rangkaian Upacara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara yang digelar di enam wilayah Nusantara sepanjang 2026. Rangkaian kegiatan dimulai di Vihara Mahasampatti Medan pada 18 Januari 2026, kemudian berlanjut ke Samarinda, Denpasar, Palu, Surabaya, dan Jakarta.
Untuk wilayah Jawa Timur, upacara pengecoran digelar di Vihara Dhamma Jaya Surabaya pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang STI dalam merawat nilai-nilai Buddhis, persatuan, serta toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd., mengatakan peringatan 50 tahun STI tidak hanya bertujuan mengenang sejarah perjalanan organisasi, tetapi juga menciptakan sejarah baru yang melibatkan masyarakat luas dalam menjaga budaya dan nilai kebangsaan.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mengingat masa lalu, tetapi juga menciptakan sejarah baru bersama masyarakat. Harapannya, generasi mendatang memiliki catatan tentang semangat kebangsaan, budaya lokal, dan cinta terhadap Indonesia,” kata Supriyadi.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mengingat masa lalu, tetapi juga menciptakan sejarah baru bersama masyarakat. Harapannya, generasi mendatang memiliki catatan tentang semangat kebangsaan, budaya lokal, dan cinta terhadap Indonesia,” kata Supriyadi.
Sementara itu, Ketua Panitia Daerah Pulau Jawa, Surabaya, PMd. Soebandi Lie,
menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Surabaya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan upacara pengecoran yang mewakili Pulau Jawa.
“Kami merasa bangga karena Kota Surabaya dipercaya menjadi salah satu tempat pelaksanaan upacara yang mewakili Pulau Jawa. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, pemerintah, masyarakat, panitia, serta relawan telah bekerja keras demi terselenggaranya acara ini dengan baik,” ujar Soebandi Lie.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, masyarakat, panitia, hingga para relawan.
Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, warga, masyarakat, para relawan yang telah bekerja siang dan malam, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, dan perhatian untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.
Upacara pengecoran di Surabaya berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 45 Bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia, 15 Sāmaṇera, 15 Aṭṭhasīlanī, serta umat Buddha dari Surabaya dan sekitarnya. Prosesi utama dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Rupang Buddha Nusantara dijadwalkan diperkenalkan secara resmi pada puncak acara Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia yang akan berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada 13 Desember 2026. Acara tersebut menjadi momentum perayaan perjalanan 50 tahun STI sekaligus mempertegas peran IKN sebagai ruang baru bagi pengembangan spiritualitas dan budaya Nusantara. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar