top of page

Peran Vital Koperasi dalam Penguatan Ekonomi Lokal: Suksesnya Inisiatif Bersama

Diperbarui: 25 Feb

SURABAYA - analisapost.com | Koperasi, sebagai bentuk organisasi ekonomi berbasis kebersamaan, telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di berbagai belahan dunia.

Suasana Rapat anggota Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan
Suasana Rapat anggota Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan (Foto: Div)

Namun, dewasa ini, semakin banyak koperasi yang mengarah pada konsep kemandirian, di mana keberlanjutan dan pertumbuhan tidak hanya diandalkan pada dukungan eksternal, tetapi juga pada inisiatif internal yang kokoh. Hal inilah yang dilakukan "Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan"di Surabaya dalam rapat anggota tahunan, Sabtu (24/2/24).


Kemandirian Sebagai Fondasi Utama

Koperasi yang berdiri sejak tahun 2020 secara mandiri tidak hanya sekedar menguntungkan diri sendiri tetapi bisa dikatakan sebuah prestasi tanpa dukungan luar. Mereka membangun fondasi kuat dalam pengelolaan internal, peningkatan kapasitas anggota, dan pengembangan usaha mandiri yang berkelanjutan.


Dimana Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan berkolaborasi bersama Bank Sampah Pitu telah sukses menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Selain berdampak pada lingkungan, sukses mengangkat ekonomi masyarakat.


"Hari ini kami mengadakan kegiatan untuk Koperasi Lingkungan (Kopling) Pelangi Selatan bertepatan dengan RAT tahun buku 2023. Untuk anggotanya semua dari kader lingkungan berjumlah 20 orang," ujar Yusmina Ketua Koperasi.

Pengawas Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan, Adi Candra,S,Si.,M.Si
Pengawas Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan, Adi Candra,S,Si.,M.Si (Foto: Div)

"Koperasi ini terbentuk guna menciptakan ketahanan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan ekonomi yang cepat dan tidak pasti. Oleh karena itu bagi warga yang ingin ikut di dalam koperasi ini syaratnya adalah wajib menjadi kader lingkungan yang wilayahnya Surabaya Selatan. Karena koperasi ini lingkungannya di wilayah Selatan," jelasnya.


"Ini hal yang tidak mudah, namun kami terus berupaya. Harapannya tiap anggota Koperasi menjadi sejahtera," tuturnya.


Keberhasilan Koperasi yang mandiri tentu di dorong oleh partisipasi aktif anggota. Melalui pelibatan langsung dalam pengambilan keputusan, anggota koperasi merasa memiliki rasa tanggung jawab terhadap kesuksesan koperasinya.


"Untuk syarat menjadi anggota wajib kader lingkungan karena Bank Sampah berkolaborasi bersama Koperasi Pelangi. Setiap kami mengadakan kegiatan seperti penjualan minyak jelantah, kami bekerjasama dengan koperasi untuk di tukarkan dengan sembako," tutur Yulia Ratna Purwani Sekretaris yang juga sebagai Ketua Bank Sampah Pitu.


Berdasarkan penuturan, bank sampah tersebut menerima limpahan sampah yang dikumpulkan. Ada berbagai jenis sampah yang diterima, mulai dari plastik, minyak jelantah, hingga botol. Semua dipilah-pilah, disesuaikan dengan jenis, warna dan ukuran.


"Koperasi ini selain menjalankan tugasnya, juga berfokusnya pada lingkungan. Kami berkolaborasi bersama koperasi, ketika warga memberikan sampah attau minyak jelantah, kami membeli dan uangnya mereka tukarkan dengan sembako yang ada di toko Pelangi Jaya yakni toko milik Koperasi yang berlokasi di RT.7," katanya kepada awak media AnalisaPost.

Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan (Foto: Div)

"Sebenarnya nilai ekonomisnya ini bukan tujuan utama. Tetapi kami ingin berkontribusi terhadap lingkungan. Selain berdampak pada lingkungan, Kopling ini sukses mengangkat ekonomi masyarakat. Kami juga berupaya memberikan kesejahterahaan untuk membantu penggiat lingkungan. Diantaranya kami mendapat limpahan berkatnya seperti bisa jalan-jalan berwisata," ceritanya.


Ia menyampaikan bahwa Bank Sampah Pitu bersama Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan, juga berkomitmen memberikan kepedulian sosial kepada masyarakat. Khususnya bagi mereka anggota koperasi yang ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan.


Hal yang sama juga disampaikan Sumarti sebagai bendahara Koperasi. "Untuk sirkulasi keuangan sudah berjalan dengan baik setiap tahun kita juga bisa membagikan SHU kepada anggota. Jadi setiap anggota menerima SHU sesuai dengan nominal dia meminjam, nominal dia menabung ke koperasi" tutupnya mengakhiri.


Sementara Pengawas Koperasi Lingkungan Pelangi Selatan, Adi Candra,S,Si.,M.Si menyampaikan Koperasi yang mandiri ini tidak hanya berfokus pada kepentingan anggota, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Mereka menjadi agen perubahan di tingkat lokal.


Fenomena koperasi yang mandiri, menggali esensi serta dampak positif dalam menghadapi dinamika ekonomi kontenporer, memiliki strategi diversifikasi dalam bidang usaha mereka tidak hanya mencangkup layanan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal.


Dengan fokus pada kemandirian, partisipasi anggota, diversifikasi usaha, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi, koperasi semacam ini menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.(Dna/Che)


Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com di Google News klik link ini jangan lupa di follow.

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page