Semarak Imlek 2577, Ribuan Warga Penuhi BG Junction Rayakan Kebersamaan
- analisapost

- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Ribuan warga memadati Ballroom BG Junction Mall, Surabaya, Kamis malam (12/2/26), untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Perayaan yang mengusung tema “Keberagaman dan Harmoni Sosial Budaya” tersebut berlangsung meriah dan sarat nuansa kebersamaan lintas etnis serta agama.

Acara ini digelar oleh Yayasan Bhakti Persatuan (YBP) bersama Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) Jawa Timur dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS). Kehadiran ribuan warga Tionghoa Surabaya mencerminkan antusiasme sekaligus semangat persaudaraan dalam menyambut Tahun Kuda Api.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Ketua Dewan Pembina YBP yang juga Presiden Direktur Maspion Group, Alim Markus, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su, anggota DPR RI Indah Kurnia, para pengusaha Tionghoa, serta perwakilan pemerintah daerah.
Ketua YBP sekaligus Presiden Komisaris PT Sentral Supel Perkasa (BG Junction), Hermawan Santoso, menyampaikan bahwa Tahun Baru Imlek 2577 yang memasuki Tahun Kuda Api memiliki makna mendalam.
"Tahun Kuda Api melambangkan semangat, keberanian, kerja keras, dan keteguhan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” ujarnya kepada awak media AnalisaPost saat di temui usai kegiatan.
Menurut Hermawan, perayaan ini bukan sekadar tradisi budaya, melainkan juga wujud nyata kontribusi masyarakat Tionghoa dalam merawat persatuan dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus terus dijaga, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Perayaan Imlek bukan hanya tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia melalui nilai-nilai luhur yang dikandungnya,” terangnya.
Hermawan juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, komunitas muda PMTS, serta manajemen BG Junction atas dukungan yang diberikan.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Dewan Pembina YBP juga Presiden Direktur Maspion Group, Dr. Alim Markus. Ia menyebut tingginya antusiasme masyarakat yang hadir penuh sukacita, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam keberagaman.
"Perayaan ini mencerminkan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Imlek bukan hanya milik satu komunitas, tetapi telah menjadi bagian dari mozaik budaya Indonesia. Kita patut bersyukur dapat merayakannya dalam suasana damai dan penuh persaudaraan,” katanya.

Alim Markus juga mengajak para pelaku usaha untuk terus membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung. Menurutnya, jejaring yang dilandasi semangat persahabatan akan menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Ia berharap momentum Imlek dapat memperkuat persatuan, kerja sama, dan optimisme dalam menghadapi tantangan ke depan.
Sementara itu, Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su, menyoroti eratnya hubungan Tiongkok dan Indonesia sebagai negara tetangga sekaligus mitra strategis. Ia menyebut kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai bidang.
Dalam sambutannya, Ye Su menyampaikan bahwa Imlek merupakan perayaan tradisional terbesar dan paling khidmat bagi masyarakat Tiongkok. Ia mengaku terkesan karena untuk pertama kalinya merayakan Tahun Baru Imlek di Indonesia.
"Tahun ini adalah pertama kalinya saya merayakan Tahun Baru Imlek di Indonesia khususnya di Surabaya, dengan suasana yang begitu hangat dan penuh toleransi. Melihat suasana penuh keceriaan malam ini, saya sangat tersentuh oleh penghargaan dan keteguhan komunitas Tionghoa Indonesia terhadap warisan budaya tradisional Tiongkok,” ungkapnya.
Ye Su juga menekankan pentingnya kerja sama bilateral di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, hingga pertukaran budaya, sebagai fondasi hubungan yang semakin kuat di masa mendatang.

Kepala Bakesbangpol Surabaya Tunjung Iswandaru mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Chayadi menilai tema perayaan tersebut selaras dengan karakter Kota Surabaya yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan. Ia mengajak masyarakat Tionghoa untuk terus memperkuat solidaritas demi menjaga keharmonisan kota.
Perayaan Imlek 2577 di Ballroom BG Junction semakin semarak dengan dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya barongsai dari Yayasan Senopati, angklung Khay Ming School, tarian Little Sun School, penampilan siswi SMP 21 Surabaya, pertunjukan taichi oleh ADYTI Jatim, hingga Opera Beijing dari Sekolah Xin Zhong. Doa bersama dipimpin Ustadz Lim Fuk San dari Masjid Cheng Hoo Surabaya. Atraksi budaya tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para pengunjung yang memenuhi ruangan.
Selain pertunjukan seni, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik dalam sesi door prize sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu yang hadir. Rangkaian acara ditutup dengan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar