Bangkit di Tengah Pandemi, Bursa Wisata Jawa Timur (BWJ) Merayakan Ultahnya Ke-5

SURABAYA - analisapost.com | Ulang Tahun selalu menjadi momentum paling membahagaikan. Begitu juga yang dirasakan Organisasi Bursa Wisata Jawa Timur (BWJ) di ultahnya yang ke-5 bertepatan dengan hari valentine. Senin (14/02/22)

Organisasi Bursa Wisata Jawa Timur (BWJ) di ultahnya yang ke-5 bertepatan dengan hari valentine. Senin (14/02/22) (Foto: Div)

Ulang tahun yang dikemas secara sederhana dan internal digelar di Grand Darmo Suite Hotel, Jl. Progo No 1-3 Darmo, Surabaya, diisi dengan prosesi pemotongan kue tart kecil oleh ketua BWJ, Nanang Charis Ardianto di saksikan para founder BWJ serta para insan pariwisata baik dari para Vendor, Travel Agen, Restoran, Catring, Owner dari PO dan even ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.


Hal itu sengaja dilakukannya demi membentengi diri dan keluarga dari wabah pandemi. Apalagi di situasi seperti sekarang ini. Meskipun pandemi masih ada, namun bukan menjadi halangan bagi BWJ dan insan pariwisata lainnya untuk berkarya demi bangkitnya pariwisata yang telah lama tertidur.


Ketua Bursa Wisata Jawa Timur, Nanag Charis Ardianto, mengatakan dengan semakin bertambahnya usia yang ke-5 para anggotanya semakin kreatif, dan inovatif. BWJ hadir sebagai salah satu organisasi pariwisata yang siap selalu memberikan suport.


"Pandemi ini memang mengubah segalanya, termasuk sektor wisata ini. Sudah dua tahun, hotel dan tempat wisata terpuruk karena pembatasan sosial. Namun, di era normal baru ini berbagai upaya agar bangkit dari keterpurukan terus kami dilakukan. Caranya, ya perbanyak unggahan informasi di media sosial tentang hotel dan tempat wisata di Indonesia yang menarik." kata pria tampan ini.


Lanjutnya, "Kami disini berjuang sendiri, apapun nanti regulasi pemerintah, teman-teman tetap bergerak karena ini masalah perut. Berharap pemerintah memudahkan dan ikut mempromosikan serta mendukung kebangkitan akan pariwisata bahwa disini aman." ujar ketua BWJ yang akrab di dipanggil Nanang sambil tersenyum ramah kepada awak media Analisa Post.


Ia juga meminta bukan cuma anggota BWJ saja, tetapi semua rekan-rekan asosiasi pariwisata hingga perusahaan swasta lainnya untuk tetap semangat di tengah-tengah hantaman badai pandemi yang belum usai.


Rizal, Owner dari pusat oleh-oleh Brawijaya Malang menambahkan, "Ketika bangkit, banyak aset di jual. Jangan sampai ketika kita sudah mulai jalan, dicegah lagi karena semua penggiat dan pelaku wisata seperti Hotel, restoran dan lain-lainnya semua sudah menerapkan CHSE. Jadi pemerintah tinggal mengawal bahwa regulasi itu dijalanankan."


Tidak hanya itu, Rizal, juga menyampaikan bahwa pemerintah jangan melakukan pembatasan-pembatasan karena otomatis laju ekonomi terhenti, perputaran uang terhenti akhirnya kembali akan ada banyak pengangguran.


Ketika disinggung mengenai aturan ia pun mengatakan, "Biarkan ekonomi tetap berjalan. Aturan-aturan seperti masuk ke tempat wisata menggunakan antigen, saya rasa tidak relevan lagi sebab masyarakat sudah di vaksin, cukuplah vaksin ini sebagai salah satu syarat untuk masuk." katanya sambil mengakhiri pembicaraanya malam itu.


Rangkaian acara selanjutnya kemudian diakhiri dengan makan bersama sebagai bentuk ucapan rasa syukur.(Dna/Che)



486 tampilan1 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua