Berbagi Seribu Senyum di Masa Pandemi

Diperbarui: 26 Jan


Foto : Div (Panitia dari Seribu Senyum)

SURABAYA - analisapost.com | Kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan mendidik sangat di harapkan pada generasi ini agar tidak melupakan jati dirinya. Tujuan adalah untuk membentuk penyempurnaan diri dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Rabu (17/03/2021)


Dalam hal ini terlihat jelas pada Yayasan Seribu Senyum. Mereka dengan ketulusan hati mampu memberikan makan kepada masyarakat umum tanpa melihat status sosialnya.


Bayangkan di masa pandemi ini, dimana banyak orang-orang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, mendapatkan uang, namun di tengah-tengah keadaan yang memprihatinkan, ternyata masih bisa kita lihat pemandangan yang sangat menyejukan hati di tengah-tengah teriknya matahari.


Seperti namanya yang terlulis pada sepanduk berwarna hijau "Seribu Senyum" mereka sanggup menyediakan 200 porsi Soto Daging Madura di jalan Gubeng Airlangga I Kecamatan Gubeng sebelah Bank Danamon sudah berjalan selama 3 hari dengan target yang akan mereka kerjakan 1 minggu.

Foto : Div (Tampak terlihat antrian di depan sepanduk)

Saat awak media datang mengunjungi, tampak antrian begitu panjang. Di tengah-tengah menunggu giliran, salah satu panitia mengatakan kepada awak media Analisa Post, "Kegiatan ini sudah 3 hari kami jalankan. Kemarin kami ada di daerah Suterejo, Hari senin kemarin di Stasiun Gubeng dengan 200 porsi. Tujuannya di adakan ini adalah Sedekah Subuh. Kami diamanahkan menyalurkan dana. Untuk rutinitasnya setiap hari Jumat." Ujar Rara sebagai Program Deplopment.


"Harapan kami agar orang-orang para pekerja dan umum dapat makan dan sarapan. Ini tidak saja untuk kaum kalangan kebawah. Tapi pekerja kalangan atas juga bisa. Tegasnya mengakhiri percakapannya kepada awak media Analisa Post.


Pemberian sedekah melalui makanan patut kita jadikan contoh mengenai berbagai kehidupan, kepedulian terhadap sesama. Sebagai Manusia dan masyarakat sadarkah kita akan hal ini.

Foto : Div

Seandainya Pemerintah bisa lebih peka seperti mereka, tentu tidak akan ada lagi yang namanya korupsi, kelaparan, pengangguran bahkan masyarakat akan patuh dengan semua aturan yang di buat oleh pemerintah. Karakter ini menunjukan sikap seseorang cerminan dari kepribadian secara utuh dari sikap mentalitas, dan prilaku tanpa tergantung akan kemampuan orang lain. (Dna)

43 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua