Cegah DBD, Kadinkes Jatim Ajak Masyarakat Rajin Lakukan PSN

SURABAYA - analisapost.com | Menjelang musim hujan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI. menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur untuk menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungannya minimal satu minggu sekali melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Foto: Istimewa)

Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk demi mengendalikan penyakit tular vektor khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD).


Dr. Erwin menjelaskan bahwa PSN dapat dilakukan melalui kegiatan 3M plus, yaitu menguras/ membersihkan bak mandi, vas bunga, tempat minum binatang peliharaan, tatakan dispenser, selanjutnya menutup rapat Tempat Penampungan Air (TPA), jika TPA tidak mungkin dikuras atau ditutup, bisa diberikan larvasida. Yang terakhir, menyingkirkan/ memanfaatkan/ mendaur ulang barang bekas (ban bekas, botol plastik, kaleng bekas).


“Plus menghindari gigitan nyamuk dengan cara memberantas larva, memberikan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, memasang ovitrap /larvitrap/ mosquitotrap menanam pohon pengusir nyamuk, memakai kelambu, repelent/anti nyamuk, dan lain sebagainya.” jelasnya.


Dr. Erwin menambahkan bahwa berdasarkan update data situasi DBD Jawa Timur September 2022, jumlah penderita DBD dari tanggal 1 Januari - 24 September 2022 sebanyak 8.894 orang dengan jumlah kematian sebanyak 110 orang.


“Jumlah penderita DBD tersebut merupakan total akumulasi dari awal tahun hingga bulan September 2022, dimana jumlah penderita paling banyak di bulan Januari yaitu sebesar 2.828 orang dengan jumlah kematian sebanyak 34 orang, sedangkan di bulan Juli 2022 terjadi penurunan jumlah penderita yaitu sebanyak 616 orang dengan jumlah kematian sebanyak 9 orang, serta di bulan Agustus 2022 terjadi penurunan jumlah penderita lagi yaitu sebanyak 436 orang dengan jumlah kematian sebanyak 3 orang. Yang paling penting saat ini adalah fokus pada upaya pencegahan melalui PSN 3M Plus.” terang Dr. Erwin.


Untuk mengendalikan penyakit DBD, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya, antara lain mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tgl. 22 September 2022 tentang Kewaspadaan DBD di musim penghujan.


Selain itu, melalui Dinkes Prov. Jatim juga telah membuat surat ke Dinkes kabupaten/ kota tentang penatalaksanaan DBD untuk disampaikan ke fasyankes daerah dan surat tentang kewaspadaan kenaikan kasus DBD, penekanan pada upaya pencegahan dan pelaporan 1x24 jam agar dapat segera dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh puskesmas/Dinkes Kab kota.


Kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit DBD melalui media elektonik/cetak juga terus dilakukan disamping pelaksanaan surveilans kasus DBD di daerah serta persiapan sarana pelayanan kesehatan, tenaga dan logistik dalam upaya pengendalian penyakit DBD.


Dr. Erwin berpesan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, seperti demam mendadak tinggi, nyeri sendi, nyeri otot dan/ atau muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.(Ist)

18 tampilan0 komentar