Dr. Erwin : Pada Prinsipnya Masyarakat Harus Disiplin Dengan Prokes


Foto : Charles

Surabaya, Analisa Post | Kasus Covid-19 di Jatim mulai landai. Tetapi masyarakat tidak boleh terlena. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh Pemerintah, salah satunya Vaksinasi Massal.


Karena untuk mencapai level satu. Kuota Vaksin harus sesuai target yang ditetapkan Kemenkes. Hal tersebut yang dilakukan Surabaya berikut Wilayah Aglomerasi mengadakan secara serentak. Serbuan Vaksinasi Massal Maritim.


Sedangkan Menurut Kadis Dinkes Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono mengatakan nomor satu tetap 6 M. Saya tidak mau tahu masyarakat harus disiplin dengan prokes. Apapun bentuk mutasinya.


Terapi atau pencegahannya pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Itu merupakan syarat mutlak. Virus itu juga punya hak untuk hidup. Mutasi itu urusan virus. Tugas kita jangan sampai virus masuk ke tubuh. Melalui Testing dan Tracing yang bertujuan ketika ada masyarakat yang terpapar Covid-19, harapannya mau untuk ditest. Dan jangan merasa bersalah.


Selama ini mereka lari. Kenapa nanti kalau ditest positif. Dianggap gejala begitu. Dia dianggap bersalah karena menulari. Itu harus diubah menjadi statement yang sederhana. Makin cepat ditemukan maka makin baik. Dengan begitu kita akan beri terapi lebih dini. Sehingga adanya 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment) bisa menjamin angka kematiannya turun atau rendah .


Jadi 3 T merupakan kunci terbaik. Cuma kadang kadang penjelasannya perlu saling melangkapi. Jadi ketika ada masalah atau kasus berikut pencegahan kematian. Ya kembali lagi 6 M dan 3 T.


Gimana dengan Vaksin. Vaksin merupakan upaya yang terbaik. Kenapa karena dengan Vaksin kita menjaga Imunitas. Menghadapi Virus dengan Imunitas. Setelah itu kita latih tubuh kita. Dengan cara apa? Ya kita kasih virus yang sudah dimatikan. Supaya timbul antibodi. Kalau antibodinya muncul Dia dalam tanda kutip, 6 M lolos, 3 T lolos. Maka Vaksin akan melakukan protek. Jangan sampai sakitnya lebih berat.


?Yang paling utama jangan sampai ada euforia berlebihan sehingga membuat kita mengabaikan Protokol Kesehatan." Tegasnya.(Che)

168 tampilan0 komentar