top of page

Duka Tak Lagi Sendiri, Tiara Funeral Bantu Keluarga Berpulang dengan Layak di Tengah Keterbatasan

Diperbarui: 2 hari yang lalu

SURABAYA - analisapost.com | Duka mendalam yang dirasakan keluarga saat kehilangan orang terkasih tidak selalu berhenti pada rasa kehilangan. Bagi sebagian masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, duka tersebut justru bertambah dengan rasa bersalah karena tidak mampu menyediakan peti mati sebagai bagian dari prosesi pemakaman yang layak.

Suasana pemakaman berlangsung khidmat saat keluarga memberikan penghormatan terakhir di pusara almarhum. Prosesi berjalan penuh haru diiringi doa dan kebersamaan
Suasana pemakaman berlangsung khidmat saat keluarga memberikan penghormatan terakhir di pusara almarhum. Prosesi berjalan penuh haru diiringi doa dan kebersamaan (Foto: Div)

Selama ini, peti mati dipandang sebagai simbol penghormatan terakhir bagi jenazah. Namun, harga peti mati yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah kerap menjadi beban berat bagi keluarga kurang mampu. Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah menjadi tantangan, terlebih harus menyediakan peti mati dalam waktu singkat.


Situasi tersebut tak jarang membuat keluarga terpaksa meminjam uang kepada kerabat atau bahkan menunda proses pemakaman demi mengupayakan peti mati. Padahal, sesuai norma dan tata kelola jenazah yang layak, proses pemakaman seharusnya dilakukan sesegera mungkin.


Bantuan Kemanusiaan untuk Keluarga Berduka

Melihat kondisi tersebut, Tiara Funeral, penyedia layanan peti mati dan siupan yang berlokasi di Jalan Demak, Surabaya, menghadirkan program bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban keluarga yang tengah berduka. Bantuan ini mencakup penyediaan peti mati hingga pendampingan selama proses pemakaman.


Berkat bantuan tersebut, jenazah dapat disemayamkan di Adi Jasa hingga akhirnya dimakamkan dengan layak dan lancar. Program ini bertujuan memastikan setiap keluarga, tanpa terkecuali, tetap dapat memberikan penghormatan terakhir yang pantas bagi anggota keluarganya yang telah berpulang.


Pentingnya Peti Mati dalam Prosesi Pemakaman

Peti mati tidak hanya berfungsi sebagai wadah jenazah, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam prosesi pemakaman. Dalam berbagai tradisi, peti mati menjadi bentuk penghormatan dan doa terakhir bagi almarhum. Ketidakmampuan menyediakannya kerap menimbulkan luka batin mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.


Tanpa peti mati, jenazah sering kali harus dipulangkan dalam kondisi seadanya, hanya dibalut kain kafan dan tikar. Realitas pahit ini masih dihadapi sebagian masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Demi memenuhi standar pengelolaan jenazah yang dianggap layak, sejumlah keluarga bahkan terpaksa menunda pemakaman, meski waktu penguburan idealnya tidak dapat ditunda terlalu lama.


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Owner Tiara Funeral, Yonathan Kurniawan, mengatakan program donasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan agar keluarga yang berduka tidak semakin terbebani oleh masalah biaya.


ā€œPrinsip utama kami di Tiara Funeral adalah melayani dengan hati. Kami menerima keluarga duka dari kalangan mana pun. Pintu kami selalu terbuka,ā€ ujar Yonathan, Jumat (26/12).


Ia menegaskan, bagi keluarga yang mengalami kendala ekonomi, pihaknya memastikan prosesi pemakaman tetap dapat berlangsung dengan layak melalui program donasi Peti Mati 0 Rupiah atau paket gereja.


ā€œKami membantu secara menyeluruh, mulai dari memandikan jenazah, penyediaan peti mati, hingga pengantaran ke tempat peristirahatan terakhir. Tidak boleh ada jenazah yang terlantar hanya karena ketiadaan biaya,ā€ tegasnya.

Dalam doa dan keheningan, keluarga menyerahkan kepergian almarhum kepada Tuhan. Penghormatan terakhir dipanjatkan dengan penuh iman dan kasih.
Dalam doa dan keheningan, keluarga menyerahkan kepergian almarhum kepada Tuhan. Penghormatan terakhir dipanjatkan dengan penuh iman dan kasih (Foto: Div)

ā€œSemoga ke depan semakin banyak keluarga yang bisa terbantu melalui layanan kemanusiaan seperti ini. Sudah seharusnya duka tidak ditambah dengan beban,ā€ terangnya.


Syarat Mudah dan Tepat Sasaran

Untuk mengakses layanan donasi kemanusiaan tersebut, pihak keluarga hanya perlu melengkapi persyaratan administrasi sederhana, yakni:

  1. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW setempat,

  2. KTP asli berdomisili Surabaya,

  3. Kartu Keluarga (KK).

Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Surabaya yang membutuhkan uluran tangan saat menghadapi momen kedukaan.


Rasa terima kasih mendalam disampaikan oleh pihak keluarga almarhum. Ones, salah satu anggota keluarga, mengaku sangat terbantu dengan kepedulian yang diberikan.


ā€œSeandainya tidak ada bantuan ini, entah bagaimana jenazah saudara saya dimakamkan. Bantuan yang diberikan benar-benar di luar ekspektasi,ā€ ujarnya dengan mata berkaca-kaca kepada awak media analisapost.


Ia juga mengapresiasi kualitas peti mati dan pelayanan yang diberikan. ā€œPetinya bagus, pelayanannya sangat luar biasa. Dari proses awal hingga pemakaman semuanya berjalan lancar,ā€ tambahnya.


Melalui uluran tangan ini, beban keluarga diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Kehadiran layanan kemanusiaan di tengah keterbatasan keluarga berduka menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan harapan saat duka terasa paling berat. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya