Forkopimda Jatim Percepat Vaksinasi Lingkungan Ponpes



Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Forkopimda Kota Kediri, mengecek pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Lirboyo Kediri.


Foto: Humas

Kegiatan itu menargetkan 5 ribu dosis selama dua hari. Berdasar informasi, jenis Sinovac diperuntukkan kepada santri dan pengasuh Ponpes Lirbiyo Kediri. Mereka mengikuti vaksinasi Tahap 1.


Selain itu, acara ini dibantu Tenaga Kesehatan sebanyak 204 orang. Terdiri atas 30 personel nakes Polri, 40 personel nakes TNI, 12 personel nakes dinkes, serta 122 orang Relawan dari Universitas Islam Malang, Apoteker, dan ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama). Mereka meliputi Tenaga Registrasi, Screening, dan Vaksinator.


Terkait dengan 5 ribu dosis Vaksin, Polri memberikan seribu dosis, TNI 1.500 dosis, dinkes 1.000 dosis dan juga bantuan dari ISNU 1.500 dosis.


Foto: Humas

Sementara itu, setelah sampai di Ponpes Lirboyo, Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam V Brawijaya disambut langsung oleh pengasuh Ponpes. Yakni, Kiai Anwar Mansyur dan Kiai Abdullah Kafabih beserta ibu Nyai.


Berdasar informasi, santri di Ponpes Lirboyo berjumlah 36 ribu orang. Namun, yang sudah Vaksin hanya mencapai 12 ribu. Bahkan, 3 ribu Santri yang termasuk katagori Pelajar dan kini secara bertahap dilakukan vaksinasi.

Berdasar informasi, vaksinasi untuk para santri, pengasuh, ustadz, dan ustadzah akan berlangsung hingga 7 September 2021.


Selain itu, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa vaksinasi Santri Pondok Pesantren di Jatim dilakukan secara serentak. Saat ini ada sebanyak 110 pesantren yang tengah dilakukan Vaksinasi.


Foto: Humas

"Vaksinasi berbasis pesantren ini dilakukan serentak, sesuai dengan stok vaksin yang ada. Sebab, saat ini, dibutuhkan 36 ribu untuk Pesantren Lirboyo dan baru 2 hari saja sudah 5 ribu dosis yang disuntikan. TNI/Polri akan mengawal ini sampai 7 September 2021. Bahkan, kami ngin ada vaksinasi yang lebih masif sehingga proses pengendalian sampai menghentikan penyebaran virus bisa dimaksimalkan," tuturnya.


Bahkan, Khofifah menyampaikan bahwa penyebaran Covid-19 ini memang belum berhenti. Dengan demikian, upaya strategis, dan intensif harus dilakukan. Tujuannya untuk menghentikan penyebaran dan menguatkan Kekebalan Tubuh. Karena itu, vaksinasi ini terus digencarkan, termasuk terhadap para Santri.

"Ini adalah ikhtiar kita semua dan bagaimana agar anak-anak Santri kita selalu sehat dan juga jangan lengah untuk menerapkan protokol kesehatan," tambah Khofifah.

Sembari melakukan peninjauan, Khofifah juga mengajak para Santri berdialog dan bertanya ke para Santri agar jangan takut saat disuntik vaksin. Pihaknya meminta agar orang tua santri untuk ikut divaksinasi.


"Monggo jika ada yang kurang, monggo bisa disampaikan kepada kami pak Kyai," kata Khofifah.


Sementara itu, pencapaian vaksinasi per hari di Jatim telah mencapai 28,4 persen para tahap ke-1 dan 15,9 persen Dosis tahap ke-2. Untuk Santri, ada sebanyak 7,38 persen yang divaksin dan dosis tahap ke-2 baru 3,4 persen dari total target sasaran usia 12 hingga 17 Tahun adalah 3,5 juta orang.


Pengasuh Ponpes Lirboyo Kyai Abdullah Kafabih juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Vaksinasi yang diberikan oleh Forkopimda Jawa Timur ini.


"Sebenarnya kami pihak Pondok Pesantren Lirboyo terang-terangan sangat membutuhkan Dukungan dan Pendampingan dari pihak Pemerintah," pungkas Bapak Kyai Abdullah Kafabih, perwakilan dari Ponpes Lirboyo Kediri. (Ced/Bertus).

4 tampilan0 komentar