Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 Di Tengah Pandemi

Diperbarui: 14 Sep 2021


Foto: Div (Suasana Pura Kenjeran yang sepi)

Surabaya, Analisa Post | Hari ini seluruh umat Hindu merayakan Nyepi Tahun Baru Saka 1943 berbeda dari tahun sebelumnya. Perayaan nyepi yang dirayakan setiap tahun Baru Saka dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera membawa intisari amerta air hidup. Minggu (14/03/2021)


Saat awak media Analisa Post datang ke Pura Segara Komplek TNI AL, Jalan Memet Sastrowirya No.1A, Komp. Kenjeran, Kec. Bulak, Kota Surabaya, terlihat lebih lenggang dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2021 karena situasi pandemi yang masih melanda Indonesia. Pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk melakukan peleburan simbolis di rumah masing-masing menghindari keramaian.

Foto: Div

Berbeda dengan di Bali menurut salah satu warga di Jembrana, Nyepi kali ini masih dalam suasana pandemi Corona (COVID-19). Dewa Ayu Ketut Purnama Dewi mengatakan,” Sejumlah pelayanan publik di Bali ditutup sementara waktu. Hal itu dilakukan dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi.” Ungkapnya melalui telephone di Wa.


“Berdasarkan Surat Edaran Bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi, Nomor 009/PHDI-Bali/I/2021 dan Nomor 002/MDA-Prov Bali/I/2021 Tahun 2021, fasilitas publik di ditutup atau dibatasi, selain transportasi, jaringan internet, ATM, siaran radio dan televisi juga di tutup mulai Minggu pukul 06.00 Wita hingga Senin (15/3) pukul 06.00 Wita." paparnya menambahkan.


Demikianlah suasana Nyepi tahun 2021 di tengah-tengah pandemi. Kegiatan yang sangat identik dengan festival ogoh-ogoh ini benar-benar terlihat sangat jauh berbeda dan di rasakan juga oleh warga Hindu yang ada di kota besar Surabaya. (Dna)

9 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua