top of page

ITS Raih Wakaf Award Dari BWI

SURABAYA - analisapost.com | Berpartisipasi dalam mengembangkan perwakafan di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima Wakaf Award dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) hari ini (7/12) di Jakarta. ITS dipilih lantaran dinilai telah menjadi inisiator dalam perwakafan Dana Abadi atau Endowment Fund di Perguruan Tinggi. Prosesi penyerahaan Wakaf Award diberikan oleh Bapak Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dan diterima oleh Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari M.Eng.

ITS menempatkannya Rp 50 miliar pada Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) melalui metode Private Placement dengan diakadkan sebagai wakaf bagi seluruh keluarga besar ITS. ITS akan terus berwakaf di BWI minimal 20 miliar rupiah setiap tahunnya. “Kita semua kan pasti mati to? Saya pun pasti mati, sehingga saya katakan kepada Pak Rektor, wakafkan saja. Semua orang ITS diwakafkan. Jadikan wakaf itu sebagai Dana Abadi. Dan akhirnya ITS menetapkan setiap tahun berwakaf minimal 20 miliar rupiah. Dan sudah menjadi sistem karena peraturan MWA (Majelis Wali Amanat),” terang Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA, ketua BWI. Jadi ITS menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki Dana Abadi (Endowment Fund, EF), dan menginvestasikannya pada instrumen keuangan syariah negara. CWLS seri SW002 Private Placement EF ITS merupakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, 30 Juni 2022. Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari M.Eng. mengungkapkan rasa syukur atas Wakaf Award yang diraih ITS, dan menyampaikan terima kasih kepada Keluarga Besar ITS, Tim Pegiat Dana Abadi, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta senantiasa berharap semoga menambah keberkahan dari Allah SWT. Sekarang ini, pihak yang berwakaf sudah lintas dari beragam kalangan. Menurutnya, dulu yang berwakaf itu hanya orang kaya atau yang sudah tua. Namun sekarang, yang berwakaf itu lintas tua-muda, kaya-miskin, orang per orang sampai ke lembaga institusi. “Alhamdulillah kita hari ini memberikan award untuk dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan selalu diawali dengan ‘I’, ITS dan IPB. Setelah itu ITB,” pungkasnya. BWI mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) sebagai upaya menyelaraskan program-program wakaf di tingkat nasional. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Perwakilan BWI di Kabupaten atau Kota di Indonesia, serta dihadiri oleh Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. Pada rangkaian acara Rakornas tersebut, BWI menyerahkan penghargaan berupa Wakaf Award kepada pihak yang telah berpartisipasi dalam mengembangkan perwakafan di Indonesia. Dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terpilih menjadi salah satu penerima Wakaf Award. Indonesia saat ini telah memasuki era baru perwakafan nasional, salah satunya ditandai oleh semakin banyaknya lembaga dan elemen masyarakat yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan perwakafan nasional. Tidak hanya kementrian agama sebagai departemen teknis, namun lembaga pemerintah lainnya, seperti Bank Indonesia, kementrian keuangan, kementrian ATR BPN, OJK, KNEKS, Perbankan Syariah, Pasar Modal Syariah, Perguruan Tinggi dan banyak lagi turut mengambil peran dalam pengembangan wakaf nasional. Belum lagi tumbuhnya Gerakan berwakaf dari kelompok masyarakat, seperti ASN, karyawan swasta, akademisi dan pelajar, intinya literasi wakaf semakin meningkat dan semakin inklusif.


Wakaf itu, lanjut Nuh, pada dasarnya adalah jembatan. Yang mengawinkan antara physical space dengan cyber space, antara bilangan riil dengan bilangan imajiner, antara alam syahadah dengan alam ghoib. “Sehingga siapapun yang tidak terlibat dalam dunia perwakafan kita doakan dan kita ajak agar terlibat. Minimal memberikan dukungan. Agar nanti jika di alam ghoib, mereka akan dapat “tempat duduk” seperti Anda semua,” pungkas Menteri Pendidikan RI periode 2009-2014 tersebut.(Ist)


Dapatkan Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com

#its #CashWaqfLinkedSukuk #BadanWakafIndonesia #BWI

54 tampilan0 komentar
FLayer web.png
bottom of page