Bali Dikepung Banjir dan Longsor, 76 Titik Terdampak
- analisapost

- 12 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 22 menit yang lalu
DENPASAR - analisapost.com | Cuaca ekstrem yang melanda Bali selama dua hari terakhir memicu puluhan kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat sebanyak 76 titik kejadian hingga Selasa, 24 Februari 2026 pukul 15.30 WITA.

Hujan berintensitas sangat lebat menjadi pemicu utama meningkatnya debit sungai serta terjadinya genangan di sejumlah kawasan, terutama wilayah perkotaan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Berdasarkan data operasi BPBD, rincian kejadian meliputi 42 titik banjir, 5 titik tanah longsor, 1 tanggul jebol, 1 angin puting beliung, 23 pohon tumbang, dan 4 senderan jebol.
Sebaran bencana paling banyak terjadi di Kota Denpasar dengan 36 titik. Disusul Kabupaten Badung dan Karangasem masing-masing 12 titik, Kabupaten Gianyar dan Tabanan masing-masing 5 titik, Kabupaten Buleleng 4 titik, serta Kabupaten Klungkung dan Jembrana masing-masing 1 titik.
Dari total kejadian tersebut, sebagian besar telah ditangani sesuai kebutuhan dan permohonan masyarakat. Beberapa lokasi masih dalam proses penanganan dan pemantauan berkala, sementara titik lainnya dinyatakan tidak memerlukan intervensi lanjutan setelah dilakukan verifikasi dan asesmen cepat oleh petugas.
BPBD Provinsi Bali bersama BPBD kabupaten/kota, TNI/Polri, perangkat daerah terkait, serta relawan melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya:
Evakuasi 30 warga di Jalan Dewi Sarawati II, Seminyak;
Evakuasi 10 warga di Jalan Gunung Athena II, Seminyak;
Evakuasi 1 bayi dan 3 balita di Sesetan, Denpasar;
Penanganan banjir di Legian, Sanur, dan Seminyak;
Penanganan tanah longsor di Pura Taman Beji, Denpasar;
Penanganan senderan jebol di kawasan Gatot Subroto Timur;
Penyedotan genangan di RS BMC;
Pemantauan tinggi muka air Tukad Badung serta memastikan pintu air hilir dalam kondisi terbuka.
Hingga pukul 15.30 WITA, dampak kejadian dilaporkan bersifat lokal dan masih terkendali. Sebanyak 350 warga menjalani evakuasi sementara. Pendataan terhadap bangunan yang rusak maupun terendam masih terus dilakukan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyampaikan bahwa curah hujan sangat lebat selama dua hari berturut-turut menjadi faktor dominan terjadinya peningkatan debit air dan genangan di sejumlah wilayah.
"Berdasarkan hasil pemantauan dan upaya penanganan di lapangan, dampak akibat cuaca ekstrem ini bersifat lokal dan dapat dikendalikan,ā ujarnya.
Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pada sebagian besar lokasi terdampak, volume sampah yang terbawa arus banjir relatif kecil.
"Hal ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga saluran air dan lingkungan sekitar, sehingga turut meminimalkan dampak genangan,ā katanya.

BPBD menilai kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam menekan risiko banjir, khususnya di kawasan perkotaan.
Seiring potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan informasi BMKG, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Warga juga diminta menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan deras, menjaga kebersihan saluran air, serta terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG.
"BPBD Provinsi Bali terus melakukan pemantauan situasi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan respons cepat serta meminimalkan risiko lanjutan,ā tandasnya. (Dwa)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar