Kesiapan KRSDLB Jelang Nataru Dan Penangan Potensi Varian Baru


Foto : Jadid

SURABAYA - analisapost.com | Memasuki bulan kelima beroperasinya Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (RSDLB) / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur tetap siaga dan terus berbenah. Mereka mengadakan pertemuan khusus yang dihadiri oleh dr. Ninis Herlina Kiranasari dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Drs. Sriyono, M.M., M.Si. dari BPBD beserta jajarannya, dan Mayor CKM Bambang Eko Prasetyo, S.Kep dari RSDLB beserta dokter, perawat (nakes) serta Radian Jadid, Ketua Relawan RSDLB untuk koordinasi dan konsulidasi sekaligus update kesiapan dalam rangka mengantisipasi perkembangan Covid-19 khususnya mendekati liburan akhir tahun (nataru) dan varian baru yang mungkin muncul.


Drs. Sriyono (BPBD) menyatakan, rasa syukur dan bangga bahwa Jatim rangking satu dalam penanganan Covid-19 dimana RSDLB juga memberikan kontribusi yang besar atas prestasi tersebut. Dengan prestasi tersebut, maka Jatim menjadi barometer dalam penanganan covid-19 selanjutnya dan kedepan.


Untuk itu selama pemerintah belum menyatakan pandemi covid-19 selesai, maka keberlangsungan RS Lapangan, khususnya RSDLB akan tetap dibutuhkan. Pada kondisi sekarang ini di Jawa Timur setidaknya masih ada empat rumah sakit lapangan yang masih beropersi, yakni RSL Indrapura Surabaya, RSL Ijen Boulevard Malang, dan RSL Dungus Madiun dan RSDL Bangkalan.


Apalagi memasuki liburan akhir tahun, berupa natal dan tahun baru (Nataru) serta sekarang ini menghangatnya isu varian baru Covid-19, maka RSDL Bangkalan akan tetap beroperasi dan dipertahankan (standby). RSDLB menempati kawasan yang cukup representatif untuk RS Lapangan dengan lahan yang luas. Saat ini masih mampu menangani lebih dari 250 pasien serta dapat dikembangkan untuk kapasitas 500 bed bahkan bisa lebih. Jumlah nakesnya pun masih dapat dipertahankan dan tercover secara pembiayaan. Bila ada lonjakan Covid-19 lagi maka RSDLB bisa dijadikan solusi rujukan pertama Jatim.

Foto : Jadid

dr. Ninis (Dinkes) memaparkan, bahwa Oktober-November seluruh rumah sakit lapangan masih siaga mengamati kurva kasus Covid-19 dan dijakan sebagai bahan pertimbangan keberlanjutannya.


Memang dengan kondisi sekarang pelayanan teknis apabila zero case nakes bisa dipangkas shiftingnya, pengurangan jam kerja, namun tetap siaga dan stanby apabila sewaktu-waktu terjadi kasus dan dibutuhkan peran nakes dan relawan.


Mengenai honor para nakes dan relawan tetap menjadi perhatian dan apabila skema dari pusat sudah selesai atau berhenti, akan dialihkan ke pendanaan dari APBD Jatim yang tentunya akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada.


Mayor CKM Bambang yang selama ini dipercaya oleh Kepala RSDLB Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, untuk mengomandani para dokter, perawat dan relawan menyatakan kesiapannya. Ia meyatakan, bahwa hingga saat ini seluruh personil RSDLB pada kondisi prima dan tetap siaga serta siap untuk menjalankan tugas apabila serangan Covid-19 muncul kembali yang mengakibatkan munculnya para pasien yang harus ditangani.


Masa jeda dan zero pasien selama ini tidak menjadikan para personil RSDLB terlena dan berdiam diri. Mereka tetap mengasah kemampuan dan mengupdate diri sesuai keprofesian masing-masing. “Kami semua pada kondisi yang siap dan siaga untuk menerima perintah dan petunjuk para pimpinan untuk menangani Covid-19 khususnya di Jawa Timur.” Tegas Bambang.

Foto : Jadid

Radian Jadid, Ketua Relwan RSDLB menyatakaan hal senada. Semua personil tetap menjalankan fungsinya sesuai SK keberadaan rumah sakit. Selama belum ada putusan baru dari pimpinan tentang keberlangsungan rumah sakit, maka semua tetap berjalan normal seperti biasanya, termasuk menghadapi nataru dan potensivarian baru.


Bahwa kemudian RSDLB akan diperpanjang operasionalnya untuk enam bulan kedepan, semua sangat bergantung dari kondisi yang menjadi pertimbangan penentu kebijakan (Gubernur Jatim).


“Semua memang dinamis, RS Lapangan memang didesain sesuai kebutuhan terhadap penanganan pandemi Covid-19. Semua awak rumah sakit dan relawan sudah menyatu dalam sistem rumah sakit, dan sudah teruji selama ini. Selesai sampai Desember ataupun diperpanjang lagi, adalah wilayah dan kebijakan pimpinan, namun kesiapan personil adalah sesuatu yang sudah dimiliki dan akan tetap bisa didayagunakan apabila diperlukan.” Pungkas Jadid.(Red)

742 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua