top of page

Kopi Saring Mbok Tajem dan Warisan yang Tak Pernah Dilekang Zaman

MOJOKERTO - analisapost.com | Warung kopi sederhana di sebuah gang sempit di Dusun Brejelkidul, Kabupaten Mojokerto, nyaris tak pernah sepi pengunjung. Begitu melangkah masuk ke Warung Kopi Mbok Tajem, aroma khas kopi yang disangrai langsung menyergap hidung, menghadirkan sensasi hangat yang sulit dilupakan.

Marfu.ah anak Mbok Tajem yang memegang peran penting dalam proses produksi kopi
Marfu.ah anak Mbok Tajem yang memegang peran penting dalam proses produksi kopi (Foto: Div)

Secara kasat mata, warung ini tampak biasa saja. Hanya terdapat dua meja panjang dengan kursi bambu, serta sebuah lengser besar berisi gorengan ketan khas desa yang tersaji di atas meja. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan tradisi panjang pengolahan kopi yang telah bertahan puluhan tahun.


Warung Kopi Mbok Tajem berdiri sejak 1978 dan dirintis oleh Mbok Tajem, sosok perempuan yang dikenal luas oleh warga sekitar karena racikan kopi saringnya. Meski sang pendiri telah wafat, usaha ini tetap berlanjut melalui tangan generasi penerus keluarganya.


Saat ini, pengelolaan warung dibantu oleh cucunya, Marfu.ah dan Arif (30) anak dari Tumirah yang kerap di sapa Yuk Tum. Dengan cekatan, ia meracik kopi saring untuk para pelanggan setia. Tanpa mesin modern, Arif hanya mengandalkan sendok makan sebagai alat takar. Menurutnya, kopi saring di warung ini memiliki tiga varian rasa, yakni pahit, sedang, dan manis.


"Untuk yang pahit, takarannya tiga sendok kopi dan satu sendok gula,ā€ ujar Arif.


Tak hanya soal takaran, proses pengadukan pun dilakukan dengan cara khusus. Arif mengaduk kopi sebanyak 60 putaran berlawanan arah jarum jam. Cara ini diyakini mampu menghasilkan rasa kopi yang lebih seimbang dan menjadi ciri khas kopi saring Warung Mbok Tajem, terutama bagi warga di wilayah utara Mojokerto.


Sementara itu, Marfu.ah anak Tumirah cucu Mbok Tajem yang memegang peran penting dalam proses produksi kopi. Perempuan berusia 53 tahun ini merupakan generasi kedua penerus usaha kopi saring tersebut. Setiap hari, ia mengolah biji kopi robusta pilihan secara tradisional.

Pengunjung menikmati kopi saring khas Warung Mbok Tajem, Mojokerto.
Pengunjung menikmati kopi saring khas Warung Mbok Tajem, Mojokerto.(Foto: Div)

Di atas tungku berbahan bakar kayu, Marfu.ah dengan telaten menyangrai biji kopi menggunakan kuali tanah liat. Asap putih dan aroma wangi kopi yang keluar dari proses ini menjadi pemandangan sekaligus pengalaman khas yang dirasakan setiap pengunjung. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan sekitar lima hingga sepuluh kilogram biji kopi mentah.


Setelah disangrai, biji kopi kemudian ditumbuk menggunakan alat tradisional berupa alu. Seluruh proses, mulai dari penggorengan hingga penumbukan, dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin modern.


"Kami memang sengaja mempertahankan cara lama. Kalau pakai mesin, memang lebih cepat, tapi rasanya beda,ā€ kata Marfu.ah.


Nama ā€œkopi saringā€ sendiri merujuk pada cara penyajiannya. Saat disajikan, kopi ditambahkan saringan kecil agar ampas dapat dipisahkan sebelum diminum. Metode ini menghasilkan tekstur kopi yang lebih lembut, tanpa menghilangkan kekuatan rasa asli biji kopi.


Keunikan kopi saring Mbok Tajem tak hanya terletak pada prosesnya, tetapi juga pada bahan baku yang digunakan. Seluruh biji kopi diperoleh dari petani lokal di sekitar Mojokerto, menjadikannya produk asli daerah yang sarat nilai kearifan lokal.


Warung kopi ini kini menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan, mulai dari petani, warga sekitar, hingga pengunjung dari luar kota. Salah satu pelanggan setia, Sutrisno, mengaku telah datang ke warung ini sejak era 1980-an.


"Rasanya tidak pernah berubah. Setiap ke Mojokerto, saya selalu menyempatkan mampir,ā€ ujarnya.

Suasana Warung Kopi Mbok Tajem di Dusun Brejelkidul, Mojokerto, yang nyaris tak pernah sepi pengunjung
Suasana Warung Kopi Mbok Tajem di Dusun Brejelkidul, Mojokerto, yang nyaris tak pernah sepi pengunjung (Foto: Div)

Data Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto mencatat, pada 2025 terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Kuliner tradisional melalui Mojo Fest 2025, termasuk warung kopi legendaris seperti Mbok Tajem, menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan.


Pemerintah daerah pun turut mendukung pelestarian kuliner tradisional melalui festival makanan khas daerah yang menampilkan produk lokal, termasuk kopi saring Mbok Tajem. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan identitas kuliner Mojokerto.


Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dengan konsep kekinian, Warung Kopi Mbok Tajem tetap berdiri dengan kesederhanaannya. Lebih dari sekadar tempat minum kopi, warung ini menjadi simbol keteguhan menjaga tradisi.


Bagi pencinta kopi dan penikmat suasana autentik, secangkir kopi saring di Warung Mbok Tajem bukan hanya soal rasa, melainkan juga perjalanan menelusuri jejak waktu dan tradisi yang tak tergantikan.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya