top of page

Migor 14.000 Perliter Dalam Bazar Minyak Murah KAPT Jatim Diserbu Warga Bangsri, Mojokerto

MOJOKERTO - analisapost.com | Menyikapi kelangkaan minyak goreng curah sebagai pilihan alternatif khususnya bagi masyarakat menengah kebawah guna memenuhi kebutuhan agar dapurnya tetap mengepul, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jawa Timur (KAPT Jatim) bekerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyelenggarakan Bazar Minyak Murah bertempat di Desa Bangsri, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto pada Selasa 27 April 2022.

Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jawa Timur (KAPT Jatim) bekerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyelenggarakan Bazar Minyak Murah (Foto: Jadid)

Masyarakat sangat antusias menyambut bazar tersebut karena minyak goreng yang dijual sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah, yakni 14.000/liter. Mereka yang kebanyakan ibu-ibu dengan tertib mengikuti antrian sesuai dengan ketentuan yang telah disiapkan panitia. Ratusan ibu-ibu nampak gembira serta bahagia karena kebutuhan minyak menjelang lebaran dapat terpenuhi dengan harga murah.


Dr. Tri Chandra Apriyanto, Ketua Dewan Pakar Apkasindo menjelaskan bahwa dua tahun berjalan masa Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi berbagai sendi kehidupan, termasuk ekonomi sebagai sendi utama kehidupan masyarakat.


Pandemi telah menyebabkan berbagai kegiatan ekonomi terganggu, macet bahkan terhenti karena banyaknya aktifitas yang tidak bisa diselenggarakan yang menyebabkan terhambatnya proses produksi, terbatasnya mobilitas, turunnya produktifitas hingga terganggunya distribusi. Secara perlahan, hal tesebut menyebabkan turunnya pendapatan di berbagai sektor yang tentunya juga berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.


Sudah tiga bulan lebih, berjalan, terjadi kelangkaan minyak goreng yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga minyak goreng yang kian hari kian tinggi. Padahal minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan utama di masyarakat yang tidak bisa ditunda atau dihilangkan begitu saja. “Kami berharap Bazar Minyak Murah ini bisa membantu masyarakat khususnya menengah ke bawah, apalgi sekarang sudah mendekati masa lebaran.” pungkas Chandra.

Sementara itu, Edward Dewaruci, SH.,MH. Ketua KAPT Jatim menyatakan bahwa kelangkaan yang menyebabkan meroketnya harga minyak tersebut harusnya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah untuk dapatnya segera memcari solusinya, karena bisa memberi efek kepada komoditi lainnya, apalagi pada masa Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, saat penduduk yang mayoritas muslim tentu sangat membutuhkan kebutuhan pokok terpenuhi saat mereka menjalankan ibadah puasa serta merayakan lebaran.


KAPT Jawa Timur sebagai salah satu komunitas relawan yang meneguhkan diri mengawal visi Nawacita Pemerintahan Jokowi-Makruf tergerak untuk membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan mudah dan harga terjangkau. Langkah singkat dalam mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dengan memangkas jalur distribusi sehingga selisih biaya dapat ditekan dan masyarakat bisa memperoleh minyak goreng dengan mudah dan harga terjangkau.


Termasuk pemenuhan kebutuhan pokok lainnya seperti gula dan beras. Upaya ini perlu dilakukan agar dampak kelangkaan tersebut tidak berlarut-larut dan dapat menyentuh permasalahan mendasar di masyarakat yang nantinya bisa berpotensi terhadap stabilitas nasional, karena urusan mendasar dapat menggerakkan masyarakat untuk berbuat diluar kendali, yang pada muaranya dapat dimanfatkan oleh beberapa pihak untuk mengganggu jalannya pemerintahan yang sah dan terlegitimasi.


“Kegiatan bazar minyak murah ini untuk membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau dan sekaligus koreksi atas keberlangsungan tata niaga sembako yang perlu diatur dengan cermat untuk kemaslahatan masyarakat, dan membutuhkan kehadiran negara untuk itu. KAPT akan terus berproses, mencari model solusi atas persoalan yang ada di masyarakat, meskipun kecil tapi tetap berbuat untuk melayani rakyat” Ujar Edward.

Radian Jadid, Sekretaris KAPT Jatim dalam keterangannya pada media menyatakan bahwa acara ini ditujukan untuk membantu pemerintah menjalankan operasi pasar dengan mendistribusikan minyak goreng sesuai HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


Juga memberikan kesempatan kepada masyarakat bawah untuk dapat mengakses keberadaan minyak goreng dengan mudah dan harga terjangkau. Kami berharap acara ini dapat membantu pemerintah melakukan stabilisasi harga minyak goreng khususnya curah sehingga tidak timbul permasalahan lanjutan sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri sehingga masyarakat lebih nyaman dalam menjalankan ibadah dan dapat merayakan lebaran dengan tenang.


“Untuk saat ini telah didistribusikan sebanyak 20.000 liter minyak goreng curah dengan harga sesuai HET, 14.000 per liternya. Kedepan akan terus dilakukan acara serupa di seluruh wilayah Jawa Timur sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian KAPT terhadap kondisi yang ada.” Pungkas Jadid.(RJ/Dna)

348 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page