top of page

Pameran Tunggal Seni Rupa Istimewa "Jimat Nu"

SURABAYA - analisapost.com | Melukis Gus Dur secara tidak langsung memperlihatkan bagaimana Gus Dur mengajarkan kebaikan. Itulah yang terlihat pada karya- karya yang di tampilkan pameran tunggal seni rupa Nabila Dewi Gayatri yang di gelar di Balai Pemuda jalan Gubernur Suryo Surabaya yang di gelar mulai tanggal 13-17 Desember 2021. Senin (13/12/21)

Pameran lukisan di buka oleh Gubernur Jatim yang diwakilkan oleh Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur, Sinarto disambut dengan antusias oleh masyarakat. Karya seni berisi nada-nada perasaan bukanlah hal yang remeh. Karena semua lukisan yang di pamerkan adalah figur-figur mengangkat dari kesadaran cinta terhadap sosok manusia memiliki ilmu dengan wawasan luas.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto menjelaskan, pameran lukisan ini adalah bagian dari perhatian Pemprov Jatim terhadap seniman khususnya seni rupa. "Ibu Nabila Gayatri ini luar biasa. Mampu mengekspresikan daripada kisah dan pikiran-pikiran Gus Dur yang terlihat dalam lukisan-lukisan ini. Pikiran secara humanisme dan pikiran-pikiran ketatanegaraan." katanya

Foto : Div ( Foto Bersama saat pembukaan pameran tunggal di Balai pemuda)

"Bisa memilih tema yang mengedukasi, mengenalkan simbol-simbol dengan sebuah nilai. Selain melihat keindahan melalui coretannya tentu kita juga harus pahami apa yang di ekspresikan. Seperti Gus Dur di ekspresikan seperti Semar dengan judul "Sang Pamomong" yang memiliki makna mempunyai suatu harapan-harapan kebaikan dalam siapa yang melindungi dengan nilai-nilai kebaikan." Terangnya kepada awak media Analisa Post Senin siang.


Hadir juga Iqbal Billy Wahid Sholahudin cicit Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy'ari saat di konfirmasi oleh awak media Analisa Post mengatakan,"Saya berterima kasih kepada ibu Nabila karena sudah mencoba menuangkan seni dan lukis nya persembahan untuk Gus Dur dan keluarga NU dalam rangka Haul Gus Dur dan juga dalam rangka Muktamar NU yang akan dilaksanakan di Lampung. Semoga Muktamar ini bisa berjalan damai dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bisa membawa amanah para pendiri NU."Harapnya.

Foto : Div (Salah satu Karya yang di pamerkan "Gus Dur dan Jokowi)

Menurut Nabila sebagai Pelukis berujar "Gus Dur dapat dikatakan sebagai panutan. Gus Dur adalah Tokoh Dunia, Gus Dur bukan milik Indonesia saja tapi milik Dunia dan ini saya ekspesikan lewat karya seni disamping itu Gus Dur jujungan buat saya."Tegasnya.


"Hal ini bisa kita lihat pada lukisan Gus Dur dari 31 lukisan yang di pamerkan dengan berbagai versi. Saya ingin masyarakat bisa melihat perjuangan Gus Dur," imbuhnya.


Salah satu karya yang akan di pamerkan saat muktamar NU ke-34 dan Haul ke 12 Gus Dur oleh wanita cantik kelahiran kota Gresik yang pernah mengenyam kuliah di Kairo, Mesir ini dengan judul "Jimat NU" di lukis menggunakan pensil diatas kanvas berukuran 150x150 cm. Lukisan yang menggambarkan tiga tokoh NU Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrohman Wahid atau Gus Dur adalah sebuah alasan yang disampaikan karena Gus Dur seorang pencerah, seperti sebuah sinar yang berada di sekeliling masyarakat.

Foto : Div (Iqbal Billy Wahid Sholahudin (Gus Billy), cicit Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari)

Di sisi lain ketua PCNU Kota Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri, juga memberi apresiasi dan mengatakan, "Sebenarnya kita di ajak masuk ke dalam persepsinya yang sarat dengan nilai-nilai positif. Gus Dur bukan hanya tokoh bagi NU tetapi beliau adalah the father of Indonesian people bahkan dunia." Jelasnya.


"Selain itu, nilai-nilai moral yang diajarkan oleh Gus Dur, hendaknya nanti bisa mengaktualisasi di dalam kehidupan kita masing-masing sebagai pribadi maupun dalam berbangsa." Tegasnya.


Dengan diadakannya pameran tunggal ini, diharapkan masyarakat tetap bisa membuat terobosan-terobosan baru, tidak boleh menyerah meskipun pandemi telah meluluh lantakan semua sektor kehidupan.(Dna)


#iqbalbillywahidsholahudin

#gusbilly

#muktamarnuke34

#lukisan

#cicithadrotussyekhkhhasyimasy'ari


2.179 tampilan0 komentar