Perlima Luncurkan Buku Cerita Fantasia, Rayakan Lima Tahun Literasi Anak
- analisapost

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Balai Pemuda, Kota Surabaya, menjadi lokasi peluncuran buku cerita anak Fantasia pada Minggu (18/1/26).

Buku ini merupakan hasil kolaborasi komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima) bersama sejumlah komunitas penulis lain dalam rangkaian Festival Cerita Anak Perlima yang berlangsung pada September-Oktober 2025.
Kehadiran Fantasia menjadi bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan imajinasi anak melalui cerita-cerita yang hangat dan sarat nilai.
Ketua Panitia Peluncuran Buku Fantasia, Windy Effendy, mengatakan peluncuran ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan lima tahun perjalanan Perlima dalam mengawal dunia literasi.
"Peluncuran Fantasia sekaligus menandai usia kelima Perlima dan menjadi simbol keceriaan dunia anak-anak," ujar Windy.
Nuansa perayaan terasa sejak awal acara. Bolu kukus berwarna ungu, selaras dengan warna logo Perlima, disusun menyerupai tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
Founder Perlima, Wina Bojonegoro, didapuk memotong tumpeng tersebut sebagai penanda lahirnya Fantasia, buku ke-7 Perlima sekaligus buku cerita anak pertama dari komunitas yang seluruh anggotanya perempuan.
"Sebagai buku cerita anak perdana karya Perlima, Fantasia patut dirayakan dengan penuh sukacita,” kata Wina.
Peluncuran buku ini juga dimeriahkan berbagai penampilan anak-anak dari beragam komunitas dan sanggar seni. Tari Remo dibawakan Novitasari dari Yayasan Lembaga Karya Dharma Keuskupan Surabaya, dilanjutkan pembacaan cerpen Luwi Jadi Kiper karya Yulfarida Arini oleh Zhafif Arziky Utomo.
Penampilan lain datang dari drama musikal Sanggar Merah Merdeka, sanggar anak binaan Yayasan Kasih Bangsa yang fokus pada komunitas marjinal, turut mencuri perhatian penonton.
Sementara itu, Nazwa Ayudya dan Annisa Shezan Benafsha dari Rumah Baca Tante Djie membawakan cerita Momi, Si Awan Pelangi karya Nellfranc melalui gerak dan lagu.
Kelas Sastra Bengkel Muda Surabaya turut menghidupkan cerita Ella, Naga Kecil yang Pemarah karya Iryani Syahrir dalam bentuk pertunjukan teater lengkap dengan properti, musik, dan kostum yang menarik.
Sejumlah penulis Fantasia juga tampil membacakan karya mereka secara langsung, di antaranya Titie Surya, Aulia Rizqi, dan WS Arianti. Dongeng Bola Beringus karya Padmasvasti disampaikan secara atraktif oleh Bunda Atin bersama bonekanya, Garjita.

Selain pertunjukan seni, acara ini diisi talkshow bertajuk "Mengantar Anak Menembus Imaji lewat Cerita" yang dipandu Didi Cahya. Psikolog Vivi Dinatya dan editor Indria Pramuhapsari hadir sebagai narasumber, membahas pentingnya cerita anak di tengah derasnya arus digital.
"Dongeng dan cerita anak tetap penting untuk menanamkan karakter dan nilai positif. Orang tua perlu terus belajar agar cerita yang disampaikan tetap relevan. Fantasia bisa menjadi salah satu alternatifnya," ujar Didi merangkum diskusi.
Menjelang penutupan, suasana semakin hangat saat Harmony Soul mengajak seluruh hadirin bernyanyi bersama lagu Heal the World dan Kumpul Bocah. Keceriaan pun terasa di seluruh ruangan. Salah satu penulis Fantasia, Inge W. Benjamin, menyebut acara ini sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus menenangkan.
Ketua Perlima, R. Wilis, menyampaikan bahwa Fantasia merupakan mimpi panjang yang akhirnya terwujud. "Fantasia seperti dunia mimpi yang melayang sejak 2024. Awal 2026, mimpi itu akhirnya menjadi nyata. Selamat berbahagia,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi Silent Reading bersama Komunitas BibaBuku, yang mengajak pengunjung menikmati pengalaman membaca bersama dalam suasana yang tenang dan nyaman. Momen ini menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa literasi anak tumbuh dari kebiasaan membaca yang dilakukan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan ruang yang ramah bagi imajinasi. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar