Petra Mengajar V Jangkau 1.000 Anak, Ajarkan Life Skill dan Literasi
- analisapost

- 7 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra menggelar program pengabdian masyarakat Petra Mengajar V dengan melibatkan 192 mahasiswa untuk memberikan pembelajaran kreatif kepada sekitar 1.000 anak prasejahtera di Surabaya.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra menggelar program pengabdian masyarakat Petra Mengajar V dengan melibatkan 192 mahasiswa.
Program ini memberikan pembelajaran kreatif kepada sekitar 1.000 anak prasejahtera di Surabaya sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan informal, khususnya dalam aspek teknologi dan pembentukan karakter.
Kegiatan yang berlangsung pada 24-30 April 2026 ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) dan Yayasan Pondok Kasih. YISB berfokus pada transformasi sekolah yang membutuhkan dukungan, sedangkan Yayasan Pondok Kasih melayani masyarakat terpinggirkan.
Ketua Petra Mengajar V, Fedilia Yanson Widio, menjelaskan bahwa para mahasiswa dibagi ke dalam 64 kelompok untuk menjangkau berbagai titik pembelajaran.
“Total ada tujuh sekolah dan enam komunitas yang kami kunjungi,” ujarnya kepada awak media AnalisaPost.
Salah satu kegiatan dilaksanakan di Komunitas Makam Mataram pada Rabu, (26/4/26) pukul 13.00-14.30 WIB. Komunitas ini berada di bawah naungan Yayasan Pondok Kasih, dengan peserta anak-anak berusia 3 hingga 15 tahun yang memiliki latar belakang beragam. Sebagian telah bersekolah, sementara lainnya masih dalam proses memperoleh akses pendidikan. Mayoritas orang tua mereka bekerja sebagai pembersih makam.
Fedilia menjelaskan, program ini berfokus pada penguatan life skill dan kewirausahaan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengajaran yang berbeda dari biasanya, yakni keterampilan hidup dasar dan entrepreneurship. Anak-anak diajarkan berbagai keterampilan seperti melukis bertema kesehatan dan kegiatan kreatif lainnya, agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu bertahan dalam kehidupannya,” jelasnya.

Sebanyak 15 mahasiswa dengan 5 kelompok dan 1 kelompok isi 3 orang memberikan materi ajar interaktif kepada sekitar 60 anak di lokasi tersebut. Salah satu kegiatan yang menarik adalah praktik melukis tanpa kuas.
Anak-anak diajak melukis di atas kertas gambar berukuran A4 menggunakan cat air dengan media jari, tangan, dan spons. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta," jelasnya.
Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa peserta program telah mengikuti pembekalan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pendampingan dari dosen pembimbing serta penanggung jawab materi dari panitia.
Tahap kedua dilakukan bersama perwakilan YISB dan Yayasan Pondok Kasih, yang memberikan wawasan praktis terkait metode pengajaran dan pendekatan efektif sesuai karakteristik anak-anak di komunitas sasaran.
Setiap kelompok juga diwajibkan menyusun buku materi ajar yang digunakan selama kegiatan. Pada tahap akhir, buku tersebut dikumpulkan dalam bentuk fisik untuk kemudian disumbangkan kepada sekolah-sekolah serta program Mobil Pintar milik Yayasan Pondok Kasih.

Mobil Pintar merupakan perpustakaan berjalan sekaligus kelas bergerak yang menyediakan kegiatan edukatif, seperti membaca dan menulis, bagi anak-anak di berbagai wilayah. Program ini menjadi salah satu sarana penting dalam memperluas akses literasi bagi masyarakat prasejahtera.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas, Petra Mengajar V diharapkan mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak prasejahtera.
Selain memberikan pembelajaran langsung, program ini juga meninggalkan kontribusi berkelanjutan melalui donasi materi ajar dan dukungan terhadap kegiatan literasi di Surabaya. (Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar