Polisi Turun Tangan Redam Bentrokan Massa Bersenjata Tajam di Embong Malang
- analisapost

- 24 Agu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 26 Agu
SURABAYA - analisapost.com | Bentrokan antar dua kelompok massa terjadi di kawasan Jl. Embong Malang, Surabaya, Minggu (24/8/2025) dini hari. Keributan tersebut melibatkan dua kelompok yang berasal dari Indonesia Timur.

Peristiwa bermula pada Sabtu malam (23/8/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Kedua kelompok disebut terlibat gesekan saat mengonsumsi minuman beralkohol di sebuah rumah yang berada di Jl. Embong Malang. Gesekan itu kemudian berlanjut menjadi keributan besar di sekitar toko modern tepatnya di samping Hotel 88 Genteng.
Kronologi Kejadian
Sekitar pukul 02.30 WIB, Salah satu kelompok yang di pimpin AR berjumlah sekitar 20 orang mendatangi saudara U di dekat toko modern untuk meminta klarifikasi.
Namun, saat pertemuan berlangsung, salah seorang anggota dari kelompok lainnya tiba-tiba muncul sambil mengibas-ngibaskan parang yang dibungkus kain putih. Tindakan provokatif tersebut memicu keributan dan adu mulut antara kedua kelompok.
Tak lama berselang, aparat dari Polsek Tegalsari, Polsek Genteng, hingga tim patroli Jogoboyo tiba di lokasi. Polisi mencoba menenangkan massa dan memediasi kedua belah pihak agar tidak terjadi bentrokan lanjutan.
Sekitar pukul 03.53 WIB, pertemuan sempat diupayakan. Namun, suasana kembali memanas setelah massa Fl merasa harga diri mereka diinjak. Bentrokan pun pecah, ditandai dengan aksi saling lempar batu.
Pukul 04.30 WIB, situasi semakin memanas ketika kelompok MR yang berada di dalam rumah membuka pagar dan menyerang menggunakan senjata tajam berupa parang, clurit, dan besi ke arah kelompok Fl. Massa Fl kemudian mundur dan berkumpul di depan toko modern Jl. Embong Malang.
Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada bersama Kanit Reskrim Iptu Vian Wijaya langsung turun tangan memimpin pengendalian massa. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan juga tiba di lokasi sekitar pukul 05.10 WIB untuk menengahi perselisihan.
Pihak kepolisian kemudian melakukan komunikasi dengan perwakilan kedua kelompok. Dari kubu MR diwakili Ibu Rosa (purnawirawan Polri), sementara dari kubu Fl diwakili Anis Roga. Keduanya dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani proses mediasi.
Dalam bentrokan itu, seorang pria bernama A (32), warga Lebak Arum Timur, Kenjeran, dilaporkan menjadi korban. Selain itu, sejumlah kendaraan rusak terkena lemparan batu, antara lain mobil Avanza hitam B 2497 SKY, Avanza hitam W 1254 TD, Suzuki Ignis biru L 1408 YK, dan Honda HR-V putih L 1460 PI.
Sementara itu, polisi juga mencatat keterangan saksi dari seorang petugas keamanan Hotel, sebut saja A A (24) di sekitar lokasi, serta seorang anggota kepolisian Briptu F B turut menjadi korban dalam upaya pengamanan.
Hingga laporan ini dibuat, massa dari kelompok Fl masih bertahan di depan toko modern Jl. Embong Malang, sementara kelompok MR tetap berada di rumah di Jl. Embong Malang No. 80. Polisi masih melakukan penjagaan ketat untuk mencegah bentrokan susulan.
Kapolrestabes Surabaya menegaskan, proses mediasi akan terus dilakukan agar persoalan tidak meluas. Polisi juga menyatakan akan menindak tegas pihak yang kedapatan membawa atau menggunakan senjata tajam. (Dwa)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar