top of page

Refleksi Semangat Sumpah Pemuda Dan Kreatifas Gebyar Seni

SURABAYA - analisapost.com | Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan budaya yang mana wajib di lestarikan dan di pertahankan. Setiap daerah mempunyai karakteristik berbeda beda. Hal ini tentu tidak di miliki oleh Negara lain.

Sumpah Pemuda merupakan moment bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena merupakan tonggak di mulainya pergeraķan organasasi kepemudaan di Indonesia.


Dalam rangkam memperingati Sumpah Pemuda yang ke 94 tahun, Paguyuban Paseduluran Djatidjdjidiningrat bersama Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya mengadakan Gelar Seni, merupakan refleksi Sumpah Pemuda yang diadakan di Atrium BG Junction pada hari Minggu (30/10/22).


Rangkaian acara meliputi lomba mewarnai tingkat TK dan play group se-Surabaya. Kegiatan diawali dengan penampilan tari remong dari sanggar seni omah nduwur, tari kreasi dari warga tambak asri, petemon, sanggar rengganis.


Serta aksi teatrikal dari Teater Kusuma UNTAG dan Grambyang Edan, penampilan musikalisasi puisi dari Artnita, Brahmanto Taji, Iyus Reptile, dan permainan alat music saksofone dari seniman penyandang disabilitas netra Andy Iwan Hermansyah (Andy Saksofone)


Acara ini di adakan sangat meriah di iringi oleh penampilan budaya seperti tarian. Dengan semangat muda, mampu di tunjukkan oleh para peserta.


Dari pantauan awak media Analisa Post, tampak terlihat antusias pengunjung cukup tinggi semua kursi penuh.


Menurut salah satu tokoh budaya dan Ketua Paseduluran Paguyuban Djatidjodjodiningrat Sofie qoriawan mengatakan, "Ini merupakan refleksi dari Sumpah Pemuda. Dimana dengan keragaman budaya mampu di satukan melalui semangat kaum pemuda." ujarnya

"Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran tentang bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras, dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan masa depan bangsa dan negara." paparnya.


Sejarah telah mencatat, bahwa pilihan pemuda waktu itu telah menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan Republik Indonesia.


Di sisi lain ada yang menarik dengan penampilan Remo Monali Patah dari rekan rekan yang tinggal di Bangunrejo. Hadirnya gerakan kebudayaaan, mereka ingin merubah citra kampung.


"Perlu di ketahui lokasi ini dulunya merupakan lokalisasi. Otomatis imagenya pasti negatif. Tetapi berkat adanya sanggar Djatidjodjodiningrat mampu merubah menjadi kampung penari ngeromo." imbuhnya.


Suksesnya acara tersebut di dukung dari berbagai pihak antara lain, BG Junction Mall Surabaya, KOMNAS Perlindungan Anak RI kota Surabaya, Paseduluran Djati Djoyodiningrat, LIRA Disability Care, POSKOTA JATIM, Sanggar Seni Omah Nduwur, Sanggar Rengganis, Analisa Post, PAUD Institute JATIM, Teater Kusuma UNTAG Surabaya, dan Sabda Aksara Channel.(Che/Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com

#PaseduluranDjatiDjoyodiningrat #UNTAG


97 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua