top of page

Screening Film Lyora: Penantian Buah Hati, Lebih dari Sekadar Promosi

SURABAYA - analisapost.com |  Kegiatan screening atau nonton bareng film tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi para kreator film. Selain menjadi wadah apresiasi penonton, screening juga berfungsi sebagai ruang promosi serta mendorong diskusi publik terhadap karya yang ditayangkan.

Produser Film Lyona, Virgie Baker saat Screening Film di Pakuwon Mal XXI Surabaya
Produser Film Lyona, Virgie Baker saat Screening Film di Pakuwon Mal XXI Surabaya (Foto: Div)

Hal ini pula yang dilakukan rumah produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment melalui film terbaru mereka berjudul Lyora: Penantian Buah Hati. Film bergenre drama keluarga ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Agustus 2025.


Lyora diadaptasi dari kisah nyata perjuangan pasangan Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, bersama sang suami Noer Fajrieansyah dalam menantikan kehadiran buah hati.


Disutradarai oleh Prita Arianegara dan ditulis oleh Titien Wattimena serta Priska Amalia, film ini digarap oleh produser Robert Ronny, Pandu Birantoro, Andi Boediman (produser eksekutif), dan Virgie Baker.


Film Lyora turut didukung jajaran aktor dan aktris ternama, seperti Widyawati sebagai Metty Rumaety, Aimee Saras sebagai Fika, Olga Lydia sebagai Cathy, Hannah Al Rashid sebagai Navira, Ariyo Wahab sebagai dokter Ivan, dan Ivanka Suwandi sebagai Rosmala.


Saat di temui awak media Analisapost di Pakuwon Mall XXI Surabaya, produser Virgie Baker

menjelaskan bahwa film Lyora mewakili kisah banyak perempuan Indonesia yang tengah berjuang ingin memiliki keturunan.


“Film ini memang diangkat dari kisah nyata Bu Meutya Hafid dan Pak Fajrie. Namun, dari hasil riset kami, ternyata banyak pasangan dan keluarga di Indonesia yang mengalami hal serupa,” ujar Baker, Selasa


Menurutnya, film ini tidak sekadar menyoroti solusi seperti program bayi tabung, tetapi lebih jauh menggambarkan proses dan perjuangan pasangan dalam menghadapi tantangan batin, relasi dengan Tuhan, serta kepasrahan.


“Tokoh utama di film ini memperlihatkan kekuatan dari dukungan satu sama lain. Sistem pendukung seperti pasangan, keluarga, dan sahabat sangat dibutuhkan, khususnya bagi perempuan yang sedang berjuang mendapatkan anak,” lanjutnya.


Baker menambahkan, Lyora ingin menyampaikan pesan sederhana namun kuat, yakni bahwa selalu ada harapan.


“Tapi untuk meraih harapan itu, diperlukan komitmen, keteguhan hati, dan konsistensi dalam menjalani setiap perjuangan,” ungkapnya.


Ia juga menyinggung realita sosial yang kerap dialami banyak pasangan. “Dalam setiap pertemuan keluarga, pertanyaan seperti ‘kapan menikah?’ atau ‘kapan punya anak?’ sering kali terdengar biasa, tapi sebenarnya menyakitkan. Itu yang kami temukan saat melakukan roadshow ke berbagai daerah,” jelasnya.


Melalui film ini, tim produksi tak hanya ingin mengajak penonton menonton bersama, tetapi juga memberikan edukasi dan ruang dialog.


"Setiap roadshow, kami selalu menghadirkan pejuang dua garis dan juga dokter. Jadi screening ini bukan hanya promosi, tapi juga menjadi ruang empati dan pembelajaran,” pungkas Baker.


Jadi, begitulah sedikit kisah tentang film Lyora yang diangkat dari perjuangan nyata penuh harapan dan makna.


Bagi Anda yang penasaran, nantikan penayangan Lyora: Penantian Buah Hati mulai 7 Agustus 2025 di bioskop kesayangan Anda.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya