top of page

Sekjen PII: Insinyur Harus Kompeten, Beretika, dan Siap Bersaing Global

SURABAYA - analisapost.com | Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan bahwa insinyur memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional dan harus terus meningkatkan profesionalisme. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri pelantikan insinyur di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Sabtu (18/4/2026).

Sekretaris Jenderal PII Pusat, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng
Sekretaris Jenderal PII Pusat, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng (Foto: Div)

Menurut Teguh, Indonesia masih sangat membutuhkan kontribusi insinyur di berbagai sektor. Karena itu, setiap insinyur dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.


Ia menjelaskan, terdapat dua tugas utama pengurus PII. Pertama, meningkatkan profesionalisme insinyur melalui pelatihan, pendidikan, dan seminar. Kedua, mendorong para insinyur untuk berkontribusi secara aktif dalam pembangunan dengan mengaplikasikan ilmu dan keahlian teknik yang dimiliki.


Teguh juga menekankan bahwa praktik keinsinyuran di Indonesia harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang berlandaskan pada tiga pilar utama, yakni profesionalisme, etika, dan perlindungan masyarakat.


Menurutnya, profesi insinyur tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab moral dan etika dalam menjaga keselamatan manusia serta lingkungan.


ā€œSumpah insinyur merupakan janji kehormatan untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan demi keselamatan manusia dan lingkungan, menjunjung tinggi integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,ā€ ujar Teguh.


Ia menambahkan, pelantikan dan pengambilan sumpah insinyur bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung tanggung jawab moral, etika, dan profesional kepada bangsa dan negara.


Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Teknik UKWMS yang dinilai berperan sebagai penggerak mutu pendidikan keinsinyuran serta menjadi penghubung antara dunia akademik dan industri.


Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa insinyur profesional wajib memiliki kompetensi yang diakui melalui mekanisme sertifikasi, seperti Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) serta jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU).


Hal ini dinilai penting agar praktik keinsinyuran di Indonesia tidak hanya memiliki perlindungan hukum dan standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.


Ia juga menyebut PII sebagai wadah utama bagi seluruh insinyur Indonesia yang berasal dari lulusan perguruan tinggi. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi dinilai penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di bidang teknik.


Di akhir pernyataannya, Teguh berharap sinergi antara perguruan tinggi dan industri terus diperkuat guna menghasilkan lulusan teknik yang semakin kompeten.


"Kami berharap UKWMS terus berkembang dan bersinergi dengan industri agar mutu lulusan teknik semakin meningkat, sebagai fondasi bagi penguatan insinyur Indonesia ke depan,ā€ tutupnya.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya