Perkuat SDM Keinsinyuran, UKWMS Kukuhkan 100 Lulusan Profesi
- analisapost

- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) keinsinyuran yang berintegritas melalui pengambilan sumpah Profesi Insinyur Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi berlangsung di Widya Mandala Hall, Kampus Pakuwon City, Fakultas Teknik UKWMS, Sabtu (18/4/26).

Kegiatan diawali dengan doa sebagai ucapan puji syukur atas terselenggaranya pelantikan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti menyanyikan Hymne Widya Mandala dan dilanjutkan menyanyikan Hymne Persatuan Insinyur Indonesia. Agenda kemudian berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan terkait penetapan insinyur baru UKWMS.
Berdasarkan berita acara yudisium Nomor 016/WM 05.4/Q/2026 yang ditandatangani Ketua Program Studi Profesi Insinyur, Dr. Ir. Ivan Gunawan, S.T., M.MT., CSCM., IPM., ASEAN Eng., sebanyak 100 calon insinyur resmi dikukuhkan. Rinciannya, 13 peserta berasal dari jalur reguler dan 87 peserta melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dekan Fakultas Teknik UKWMS, Prof.Ir.Felycia Edi Soetaredjo, S.T., M.Phil., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng, dalam laporannya memastikan bahwa seluruh peserta telah memenuhi standar ketat, baik secara akademik maupun administrasi.
"Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,ā ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik UKWMS telah mengukuhkan total 694 insinyur. Capaian tersebut menjadi indikator konsistensi institusi dalam menghasilkan lulusan unggul di bidang keinsinyuran.
"Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari dedikasi Anda sebagai Insinyur Indonesia. Mari gunakan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai keinsinyuran untuk membangun masa depan bangsa,ā tambahnya.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pusat, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng., didampingi Ketua PII Wilayah Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, S.P.,S.H., M.T., M.H.,IPU., ditandai dengan penyerahan sertifikat serta penyematan atribut helm insinyur oleh rektor. Dengan demikian, para peserta resmi menyandang gelar Insinyur (Ir.) di depan nama mereka.
Rektor UKWMS, Apt. Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan peran strategis insinyur di tengah dinamika pembangunan nasional.

"Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,ā katanya penuh semangat.
Ia menambahkan, gelar insinyur merupakan amanah besar dalam menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045. UKWMS, lanjutnya, terus memperkuat pendidikan profesi melalui kolaborasi pentahelix dengan industri, pemerintah, dan asosiasi profesi.
"Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, akan berdampak besar bagi kemajuan bangsa,ā ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr. Ir. Teguh Haryono,Eng., ACPE, APEC Eng menekankan bahwa peran insinyur terikat kuat dalam kerangka regulasi nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Undang-undang tersebut menitikberatkan pada tiga pilar utama: profesionalisme, etika, dan perlindungan masyarakat.
"Sumpah insiyur yang di ucapkan adalah janji kehormatan, bahwa setiap pengetahuan dan keterampian yang telah dimiliki, akan ditujukan untuk menjaga keselamatan manusia, dan lingkungan menjujung tinggi integritas serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,ā terangnya kepada awak media AnalisaPost, Sabtu (18/4/26)
Ia juga menegaskan pentingnya sertifikasi profesi, termasuk kepemilikan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU), guna memastikan praktik keinsinyuran memenuhi standar nasional dan mampu bersaing secara global.
"Pelantikan serta pengambilan sumpah, bukan sekedar serimonial, tetapi penuh dengan tanggung jawab, moral, etik dan profesional kepada bangsa dan negara. Atas nama Persatuan Insinyur Indonesia, saya mengucapkan apresiasi setingi-tingginya kepada Fakultas Teknink Universitas Katolik Widya Mandala, karena telah menjadi satu-satunya penggerak utama mutu pendidikan keinsinyuran, jembatan antra kampus dan industri," ucap Teguh.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu insinyur yang dikukuhkan, Eka Wisnu Wardhana yang juga Komisioner KPU JATIM, Ketua Divisi SDM dan Litbang., menyampaikan bahwa keinsinyuran memiliki relevansi kuat dengan bidang kepemiluan yang bersifat multidisipliner.
Menurutnya, kompetensi insinyur mendukung efektivitas distribusi logistik pemilu, mulai dari perencanaan hingga penyaluran agar tepat sasaran, waktu, dan kualitas.
"Sebagai contoh tahapan Pemilu ada namanya distribusi logistik. Keinsinyuran memperkuat profesionalitas dalam memastikan hak konstitusional masyarakat terpenuhi melalui distribusi logistik pemilu yang tepat," tegasnya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi antara KPU Provinsi Jawa Timur dan UKWMS dalam penguatan sistem logistik pemilu ke depan. (Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar