Sosialisasi CHSE Melalui Kegiatan Festival Batik dan Keris Madura
- analisapost

- 1 Apr 2021
- 1 menit membaca
Diperbarui: 6 Okt 2021

Madura, Analisa Post | Dalam rangka mendukung sektor pariwisata Kabupaten Madura di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), penggiat pariwisata bekerjasama dengan GenPI (Generasi Pesona Indonesia) mengadakan Seminar dan diskusi dengan tema " Wisata Melalui Daya Tarik Atraksi Budaya Keris dan Batik di Wilayah pulau Madura pada hari Kamis. (01/04/2021)
Sebelum seminar dimulai, disuguhkan dengan pertunjukan tari Topeng dan Muang Sangkal yang dibawakan oleh anak-anak sebagai tari khas Madura untuk menyambut tamu. Melalui Kegiatan Sosialisasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) yang dipusatkan di Goa Soekarno Sumenep, tadi pagi dibuka pada pukul 10.00 oleh ketua Genpi Madura Syaiful Anwar sekaligus Pelaksana Tugas.

Dalam sambutannya, Syaiful Anwar mengatakan, āMasyarakat jangan lagi takut berwisata. Madura saat ini, dikatakan salah satu daerah di Indonesia yang aman untuk dikunjungi wisatawan domestik dan tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur dengan menerapkan CHSE ini, di seluruh Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Madura.ā Ujarnya.
Seminar yang dihadiri oleh 25 orang dengan dilakukan simulasi CHSE untuk penerapan even-even adalah salah satu fokus promosi pariwisata saat ini, Sambung dia, āProgram CHSE ini, tetap berpedoman pada Sapta Pesona Pariwisata Indonesia.ā

Ia menambahkan, āMadura mempunyai DTW yang unik dan menarik untuk dikunjungi, salah satunya ada pameran Batik yang dikunjungi sekitar 100 pengunjung dan Festival Keris. Semoga, melalui kegiatan sosialisasi CHSE ini, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Madura.ā Tegasnya
Usai acara sosialisasi, juga digelar kegiatan penyerahan cindera mata kepada Empu Keris sebutan bagi pengerajin keris di Sumenep Ika Arista yang juga sebagai pemateri dalam acara seminar. (Dna)





Komentar