Tak Sekadar Sajikan Menu Bergizi, Dapur MBG Jadi Berkah Bagi Warga Jembrana
- analisapost

- 26 Sep 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 28 Sep 2025
JEMBRANA - analisapost.com | Sebanyak 21 sekolah dengan total 3.200 siswa di Kecamatan Negara dan Mendoyo kini menjadi penerima manfaat utama program penyediaan makanan bergizi melalui Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG).

Fasilitas yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Dangin Tuka Daya, ini mampu melayani 2.500 hingga 3.500 siswa setiap harinya dengan harga perporsi 8-10 ribu.
Kepala SPPG, Bagus Gede Winangun menjelaskan hadirnya pusat dapur sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak-anak sekaligus memastikan generasi muda Jembrana memperoleh asupan gizi yang optimal.
Program ini juga melibatkan warga sekitar dengan merekrut 50 tenaga pekerja dari pedesaan.
āTujuan utama kami adalah mendukung gizi anak-anak sekolah. Untuk makanan diolah berbeda setiap minggu dengan memperhatikan standar gizi yang telah ditetapkan," ujar Bagus kepada awak media AnalisaPost, Jumat (26/9/25).
Penyusunannya melibatkan ahli gizi sehingga setiap porsi memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah.
āHingga saat ini, belum ada keluhan berarti dari para siswa. Memang ada anak-anak yang sempat bilang tidak suka telur. Karena itu kami berusaha mengolah telur dalam variasi menu agar mereka tidak bosan,ā jelasnya.
Bagus menambahkan, keberagaman menu juga menjadi strategi agar anak-anak tetap bersemangat menyantap makanan bergizi. Variasi hidangan mencakup lauk nabati dan hewani, sayuran segar, serta buah-buahan.

Dalam pelaksanaannya, SPPG menerapkan aturan ketat baik untuk karyawan maupun terkait sisa makanan. Jika ada porsi yang tidak habis, makanan tersebut tidak diperkenankan dibawa pulang. Semua sisa dikumpulkan kembali ke dalam wadah khusus agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
āKami betul-betul menjaga agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan cara ini, kami juga bisa mengkaji ulang jenis makanan apa yang kurang diminati anak-anak, sehingga bisa dievaluasi ke depannya,ā tutur Bagus.
"Tak hanya itu, bagi karyawan yang sakit mulai dari flu hingga batuk, tidak di perkenankan untuk bekerja karena kami ingin semua higenis," imbuhnya.
Selain menyasar peningkatan gizi siswa, program ini juga memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Bagus menyebut, keberadaan SPPG membuka peluang kerja bagi warga pedesaan sekaligus menghidupkan rantai pasok lokal dari petani hingga pelaku UMKM.
āJika program ini lancar, dampaknya akan luas. Tidak hanya pada gizi siswa sekolah, tetapi juga pada petani sayur, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar yang mendapat pekerjaan demi kebutuhan hidup mereka,ā ungkapnya.
Dengan hasil yang mulai terlihat, Bagus berharap SPPG Jembrana dapat menjadi contoh penerapan gizi seimbang bagi siswa sekolah dasar hingga menengah di Bali.
Ia menegaskan program ini bukan hanya tentang memberi makan, melainkan juga tentang membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
āKehadiran SPPG ini kami harap bisa berjenjang terus jangan sampai di tutup dan jadi model yang dapat direplikasi di daerah lain di Bali. Anak-anak adalah investasi masa depan, dan memastikan mereka mendapat gizi yang cukup adalah tugas kita bersama,ā tegasnya. (Dna/Che).
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnyaĀ setiap hari di analisapost.com





Komentar