Diaspora ITS Kembangkan Digital Twins Adaptif untuk Perkuat Mitigasi Bencana Nasional
- analisapost

- 12 jam yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Alumnus Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Bhakti Stephan Onggo PhD, menggagas inovasi teknologi digital twins untuk mendukung mitigasi bencana yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada penyelamatan kelompok rentan.

Bhakti saat ini berkarier sebagai profesor di University of Southampton, Inggris. Ia dikenal sebagai pakar di bidang simulasi dan business analytics. Fondasi akademiknya dibangun sejak menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Komputer ITS kini Departemen Teknik Informatika pada 1989.
Pada masa kuliah, Bhakti dan rekan-rekannya menghadapi keterbatasan fasilitas. Kondisi tersebut justru membentuk karakter yang mandiri, tangguh, dan pantang menyerah. “Keterbatasan saat itu membentuk kami menjadi pribadi yang ulet dan tidak mudah putus asa,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Setelah menyelesaikan studi sarjana di Surabaya, pria kelahiran 1970 ini melanjutkan pendidikan magister di Lancaster University, Inggris, pada bidang Operations Research. Ia kemudian meraih gelar doktor di National University of Singapore (NUS) pada bidang Ilmu Komputer melalui program beasiswa.
Karier akademiknya berlanjut dengan riset postdoktoral di Inggris sebelum diangkat sebagai Assistant Professor. Bhakti juga pernah menjabat Associate Professor di Trinity College Dublin, Irlandia, sebelum akhirnya menjadi profesor di University of Southampton.
Meski berkiprah di kancah internasional, Bhakti tetap aktif berkontribusi untuk Indonesia dan almamaternya. Ia berkolaborasi dengan Departemen Teknik Geomatika ITS serta Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS dalam mengembangkan teknologi digital twins untuk aplikasi kebencanaan.
Digital twins merupakan representasi digital dari sistem nyata yang terhubung secara real-time. Teknologi ini memungkinkan proses pemodelan, analisis, hingga pengambilan keputusan dilakukan secara dinamis dan adaptif terhadap perubahan kondisi di lapangan.
Melalui riset tersebut, tim menghasilkan dua aplikasi utama yang difokuskan pada penyelamatan korban serta optimalisasi distribusi bantuan saat terjadi bencana. Keunggulan inovasi ini terletak pada prioritas penyelamatan populasi rentan, seperti ibu hamil dan anak-anak. “Kami berupaya menyelamatkan penyintas secepat dan sebanyak mungkin,” jelasnya.
Sebagai pakar simulasi, Bhakti menilai digital twins mampu mengubah paradigma pemodelan konvensional yang cenderung statis. Integrasi teknologi i ni memungkinkan prediksi situasi dilakukan secara cepat, evaluasi berbagai skenario secara komprehensif, serta optimalisasi alokasi sumber daya termasuk fasilitas daruratsecara lebih presisi di tengah ketidakpastian.
Pendekatan tersebut dinilai krusial dalam konteks kebencanaan, di mana kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor penentu keberhasilan mitigasi. Integrasi digital twins dan simulasi pun dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan ketahanan sistem penanggulangan bencana di masa mendatang.
Perjalanan akademik dan kontribusi global Bhakti sekaligus memperkuat eksistensi ITS di kancah internasional. Melalui kolaborasi lintas negara, ia menunjukkan bahwa inovasi lahir dari perpaduan sains dan empati, serta komitmen alumni untuk tetap terhubung dan berkontribusi bagi almamater dan tanah air. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar