top of page

Vatikan Tolak Bergabung dengan Board of Peace Bentukan Donald Trump

SURABAYA - analisapost.com | Takhta Suci secara resmi menyatakan tidak akan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas dan dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza (Sumber: r
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza (Sumber: r

Keputusan tersebut disampaikan Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV melalui Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dalam pertemuan bilateral dengan pejabat Italia di Palazzo Borromeo, Minggu (15/2/26).


"Takhta Suci tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace),” ujar Kardinal Parolin.


Board of Peace dibentuk untuk mengawasi proses perdamaian sekaligus mendukung rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza. Pertemuan perdana Board of Peace tersebut digelar di United States Institute of Peace, Washington, D.C., Kamis (19/2/2026). Sejumlah pemimpin negara hadir dalam forum itu, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.


Kardinal Parolin menegaskan, keputusan Vatikan bukan sekadar langkah diplomatik, melainkan didasari karakter dan posisi khusus Takhta Suci dalam tata hubungan internasional. Menurut dia, penanganan krisis global, termasuk konflik di Gaza, seharusnya berada di bawah kewenangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


"Di tingkat internasional, seharusnya PBB-lah yang mengelola situasi krisis. Ini adalah salah satu poin yang terus kami tekankan,” tegasnya.


Ia juga menyebut terdapat sejumlah aspek dalam pembentukan Board of Peace yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. Prinsip yang dipegang Vatikan, lanjut Parolin, adalah bahwa persoalan internasional semestinya ditangani oleh lembaga multilateral dengan mandat resmi, yakni PBB.


Board of Peace sendiri pertama kali diperkenalkan di sela-sela agenda World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Dalam forum tersebut, Presiden Trump memimpin penandatanganan piagam pembentukan dewan. Beberapa negara kemudian menyatakan bergabung, termasuk Indonesia.


Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut negara-negara anggota Board of Peace berkomitmen mengucurkan dana lebih dari US$ 5 miliar untuk mendukung rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza. Komitmen tersebut diumumkan dalam KTT perdana Board of Peace di Amerika Serikat pada 19 Februari 2026.


Trump juga menyatakan negara-negara anggota akan mengerahkan ribuan personel untuk memperkuat pasukan stabilisasi yang mendapat izin PBB serta mendukung kepolisian setempat di wilayah Palestina.


“Pada 19 Februari 2026, saya akan kembali bergabung dengan anggota Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian Donald J. Trump di Washington, D.C., di mana kami akan mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari 5 miliar dolar AS untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza,” tulis Trump di platform media sosialnya. (Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya