60 Komunitas Pelaku Pariwisata Gelar KOPDAR dan Berikan Santunan Anak Yatim

SURABAYA - analisapost.com | Sejumlah 60 komunitas yang tergabung dari Pelaku Pariwisata, Biro Perjalanan Wisata, Pusat oleh-oleh, Restoran dan Transportasi hari ini berkumpul di Hotel 88 Kedungsari no 78, Kedungdoro, Kec.Tegalsari, Kota Surabaya menggelar acara KOPDAR (Kopi Darat). Selasa (26/04/22)

60 komunitas yang tergabung hari ini berkumpul di Hotel 88 Kedungsari no 78, Kedungdoro, Kec.Tegalsari, Kota Surabaya (Foto: Div)

Diadakannya KOPDAR ini selain ajang silahtuhrahmi dan buka bersama dalam menyambut bulan suci Ramadhan, juga memberikan santunan kepada 20 orang anak Yatim


Saat awak media Analisa Post datang bertanya mengenai perkembangan pariwisata yang ada di Jawa Timur, di sampaikan bahwa, "Jatim memang mengalami penurunan, tetapi patut disyukuri karena masih bisa sedikit bernafas lega. Paling tidak masih bisa jalan meski tidak banyak." Ujarnya salah satu peserta KOPDAR dalam acara buka bersama dan memberikan santunan anak yatim.


"Tujuan diadakan kegiatan ini, bukan hanya kumpul-kumpul, apalagi saat seperti ini. Tetapi kami juga memberikan santunan kepada anak Yatim melalui uang dari hasil donasi beberapa teman-teman dan organisasi. Kami berharap Pariwisata kembali bangkit seperti dulu. Yang penting tetap mengikuti protokol kesehatan." Tutupnya mengakhiri pembicaraan di seusai kegiatan.

Sejumlah anak Yatim yang mendapatkan bingkisan (Foto: Div)

Disisi lain salah seorang anak yang mendapatkan bingkisan mengatakan,"Alhamdulillah terima kasih sudah mendapat barokah. Semoga semua yang memberikan bantuan untuk kami, digandakan rejekinya." ucap adik kecil yang tidak mau di sebut namanya


Kabar melandainya dan cenderung turun angka penularan Covid-19 menjadi angin segar bagi masyarakat. Tentu semua berharap tidak terjadi lagi peningkatan.


Peraturan pemerintah untuk tetap dirumah saja, membuat semua pelaku pariwisata tidak bisa berbuat banyak. Sementara pariwisata membutuhkan mobilitas dan ramai orang karena di dalam pariwisata, semakin banyak semakin bagus. Sementara peraturan yang di berikan pemerintah menghantam dimana-mana.


Untuk itu, dibutuhkan kesabaran semua pihak demi memajukan pariwisata di Jawa Timur, harus benar-benar disusun dan tetap bersinergi bersama. Yang penting kita tetap mengikuti protokol kesehatan.(Dna)

314 tampilan0 komentar