top of page

Vihara Dhamma Jaya Rayakan HUT Ke-25 Tahun, Teguhkan Spirit Toleransi di Kota Surabaya

SURABAYA - analisapost.com | Vihara Dhamma Jaya Surabaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 pada Minggu (25/1/26), dengan menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial. Perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan vihara dalam menjaga nilai spiritual Buddhis sekaligus memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

Anak-anak menyambut kedatangan Wali Kota dengan rangkaian bunga sebagai simbol penghormatan
Anak-anak menyambut kedatangan Wali Kota dengan rangkaian bunga sebagai simbol penghormatan (Foto: Div)

Acara HUT ke-25 diawali dengan puja bakti dan doa bersama yang diikuti oleh para bhikkhu, pengurus vihara, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya. Suasana khidmat mewarnai jalannya ibadah sebagai bentuk rasa syukur atas eksistensi vihara yang telah berdiri selama seperempat abad.


Ketua Yayasan Vihara Dhamma Jaya, Kandradi Lookman, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab vihara sebagai pusat pembinaan spiritual dan kebajikan.


"Selama 25 tahun, Vihara Dhamma Jaya berupaya menjadi tempat pembelajaran Dhamma, pembinaan moral, serta ruang kebersamaan yang terbuka bagi umat,ā€ ujarnya.


Apresiasi turut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menilai Vihara Dhamma Jaya memiliki kontribusi nyata dalam merawat toleransi dan memperkuat persatuan di Kota Pahlawan.


"Surabaya dibangun oleh keberagaman. Vihara Dhamma Jaya telah menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan, menanamkan nilai kasih, serta memberi keteladanan dalam kehidupan sosial masyarakat,ā€ ujar Eri.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarumat beragama merupakan fondasi penting untuk menjaga Surabaya tetap rukun, aman, dan humanis di tengah dinamika kehidupan perkotaan.


Hal yang sama juga disampaikan Dirjen Bimas Buddha Jawa Timur Ketut Panji Budiawan serta Padesanayaka Bhante Jayamedho Thera. Keduanya menegaskan komitmen umat Buddha untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.


Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., menilai Vihara Dhamma Jaya memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana kota yang aman dan damai melalui pendekatan spiritual dan sosial yang konsisten.


Memasuki puncak acara, dilakukan prosesi penyalaan lilin kue ulang tahun oleh Romo Widya Kusuma yang dilanjutkan dengan tiup lilin bersama para tokoh yang hadir. Prosesi tersebut diikuti oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua Yayasan Kandradi Lookman, Padesanayaka Bhante Jayamedho Thera, Prof. Dr. Philip K. Widjaja, Ketut Panji Budiawan, Brigjen TNI (Mar) Danuri, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, serta Dandim 0830/Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya.

Pemotongan kue ulang tahun menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas perjalanan vihara sekaligus kebersamaan lintas tokoh dan elemen masyarakat
Pemotongan kue ulang tahun menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas perjalanan vihara sekaligus kebersamaan lintas tokoh dan elemen masyarakat (Foto: Div)

Pemotongan kue ulang tahun menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas perjalanan vihara sekaligus kebersamaan lintas tokoh dan elemen masyarakat.


Acara peringatan HUT ke-25 kemudian ditutup dengan pementasan drama MatakundaliĀ yang sarat pesan moral dan nilai kebajikan Buddhis. Pembagian door prize turut menambah kehangatan suasana dan kebersamaan di antara umat dan para tamu undangan.


Melalui peringatan seperempat abad ini, Vihara Dhamma Jaya Surabaya meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi ruang pembinaan spiritual, pusat kebajikan sosial, serta pilar penguat toleransi dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya