Advisor Menkes Untuk Rumah Sakit, Kunjungi RSLI Dua Pekan Pasca Zero Pasien Covid-19

SURABAYA - analisapost.com | Memasuki minggu kedua zerom pasien Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mendapatkan kunjungan dari Prof. dr. Nizar Yamanie, Sp.S,(K). Selaku Advisor Menkes untuk Rumah Sakit. Kunjungan ini terkait rencana Kementerian Kesehatan yang akan mendirikan Rumah Sakit Pusat untuk Otak, Jantung dan Kanker. Kamis, 14/10/2021

Foto : Jadid

Prof. Nizar didampingi asisten dr Yuli Felistia Sp.N. dan jajaran BPPTKPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Surabaya yakni Dr Rosidi Roslan, SKM, SH, MPH, MH (Kepala), Joko Kasihono, ST, M.Kes. (Koordinator TU) dan Dwi Sulaksono, ST, M.Kes (Kasubag Adum).


Kunjungan tersebut disambut Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama dr. Ahmad Samsulhadi, MARS yang didampingi Drs. Sriyono, MM., M.Si. (Kabid KL BPBD), dr. Fauqa Arinil Aulia, Sp.PK., dr. Nevy Shinta Damayanti, Sp.P., (DPJP-RSLI), Radian Jadid (Ketua pelaksana PPKPC-RSLI) serta jajaran RSLI lainnya.

Prof. Nizar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh nakes dan relawan RSLI yang selama ini telah menangani para pasien covid-19 dengan baik.Ia juga mengungkapkan rencana Kementerian kesehatan untuk mendirikan Rumah Sakit Pusat Otak, Jantung dan Kanker (RS Pusat OJK) dilahan yang sekarang ini masih digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 (RSLI).


Kawasan yang sebelumnya adalah Rumah Sakit Khusus Penyakit Kulit dan Kelamin (ditutup tahun 2006) dan dijadikan Museum Kesehatan di jalan Indrapura No.17 Surabaya ini merupakan asset Kemenkes. Dengan luas 54.000 m2, gedung yang dibangun pada tahun 1954 sangat layak dan representatif untuk dijadikan RS Pusat Otak, Jantung dan Kanker.

Foto : Jadid

Kawasan tersebut akan dibangun rumah sakit yang langsung ditangani kementerian kesehatan (RS Pusat) termasuk semua pendanaannya, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, termasuk mempertahankan beberapa bangunan yang telah ditetapkan menjadi Cagar Budaya.


Ada beberapa pertimbangan yang dijadikan penguat untuk segera direalisasikannya RS Pusat-OJK. Selama ini masih banyak orang memilih berobat ke luar negeri, padahal itu berdampak pada larinya dana hingga trilyunan keluar Indonesia. Ketahanan Kesehatan Nasional perlu ditingkatkan, termasuk di Jawa Timur sebagai tempat rujukan layanan kesehatan Indonesia bagian timur.


Juga diperlukan guna meningkatkan budaya kerja penangan pasien hingga berkelas internasional. Dengan mewujudkan RS Pusat-OJK ini diharapkan layanan penangan penderita ganggunan kesehatan pada otak,jantung maupun penderita kanker khususnya di Jatim dan Indonesia timur dapat dilayani dengan baik dan putaran alokasi dana kesehatan tidak lari keluar negeri.

Foto : Jadid

“Layanan RS Pusat OJK ini berkelas internasional, namun juga tetap merangkul dan melayani masyarakat luas sebagai rujukan tertinggi untuk para pasien peserta BPJS.” jelas Prof. Nizar.

Dr. Samsulhadi berterima kasih dan terkesan dengan kunjungan ini.


Sebagai Penanggungjawab RSLI ia merasa terhormat bahwa RSLI masih terus diperhatian dan diajak berkomunikasi oleh kementerian kesehatan, termasuk dalam rencana pendirian RS Pusat OJK. Dr. Samsulhadi juga menjelaskan penanganan para pasien covid-19 di RSLI melalui konsep sederhana “be happy” yang dengan monitoring ketat dan upaya peningkatan imunitas melalui suasana senang dan asupan makanan bergizi, para pasien dapat sembuh dan kembali kemasyarakat dengan tenang melalui peran relawan pendamping yang mengawal hingga mereka meneyelesaikan isolasi tambahan di rumah.


Hingga saat ini RSLI masih 0 (zero) pasien dengan jumlah total pasien covid-19 yang sudah dilayani sebanyak 10.670 orang. “ Dengan sistem yang terbangun dengan baik, RSLI ini telah terbukti memberikan pelayanan yang humanis pada para pasien. Untuk itu kami yakin para nakes dan personil RSLI ini nantinya siap untuk mengisi formasi di RS Pusat Otak, Jantung dan Kanker apabila nantinya dioperasikan” pungkas dr. Samsulhadi.(Jadid)

197 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua