top of page

Akhirnya Terkuak, Silsilah Keluarga Dekat Orang Tua Bung Karno

Diperbarui: 7 Jun 2023

SURABAYA - analisapost.com | Siapa sangka kerabat orang tua dari Bung Karno ternyata masih hidup. Dia adalah wanita cantik keturunan Belanda yang tinggal di Bratajaya, Surabaya. Berawal dari pertemuan dengan pemuda tampan bernama I Putu Mahendra Dharmawan Putra seorang pekerja seni, Founder Lotus Art Courses yang pernah sekolah di SMKN 12 Surabaya, lulusan dari UNESA. Ia memiliki nenek keturunan Belanda, Emi Van Vrida atau Made Dharwati.

Emi Van Vrida atau Made Dharwati
Kerabat dekat keluarga Bung Karno, Emi Van Vrida atau Made Dharwati (Foto: Div)

Mereka berempat tinggal di rumah kecil yang sangat sederhana. Adat dan budaya Bali masih terlihat sangat kental. Selama bertahun-tahun di dinding terlihat foto Bung Karno serta foto saudara kandung dari orang tua Bung Karno, I wayan Swecana Wisada dan Luh Datrini.


"Kami berasal dari keluarga Banjar Bale Agung, Singaraja. Memang tidak banyak yang mengetahui tentang keluarga Banjar Bale Agung, tempat kelahiran ibu sang proklamator di lahirkan. Dan saya sebagai cucunya pun tidak mempermasalahkannya," ucap Putu Mahendra.


"Silsilah itu kami simpan di Bali. Selain silsilah, ada sejumlah buku kuno masih berbahasa Belanda dan foto-foto dari leluhur saya yang sangat dekat dengan orang tua Bung Karno karena beliau masih saudara kandung," terangnya.


Terungkap Keluarga Dekat Bung Karno


Kisah Bung Karno sang Proklamator anak dari seorang ayah bernama Raden Mas Soekeni Sosrodiharjo dan istri bernama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben tentu sudah tidak asing lagi. Kisah hidupnya hingga kini masih terukir jelas di rumahnya yang terletak di Banjar Bale Agung, Kelurahan Paket Agung Singaraja dengan ibukotanya Buleleng, Bali.


Rumah sederhana terbuat dari bata merah, masih kokoh berdiri dan di lestarikan oleh keluarga di Bale Agung karena itu tempat kelahiran Nyoman Rai Srimben, ibunda presiden pertama Republik Indonesia.

"Rumah di Bale Agung sekarang menjadi cagar budaya, siapapun boleh datang," kata Made Darwati yang memiliki nama asli Emi Van Vrida. Di usianya yang memasuki 87 tahun, masih memiliki daya ingat yang kuat ketika awak media AnalisaPost meminta untuk bercerita tentang perjalanan hidupnya yang sangat dekat dengan Bung Karno.


"Dulu almarhum suami saya pernah bekerja di kantor Bung Karno. Tetapi karena masih ada hubungan family, suami saya akhirnya mengundurkan diri dan memilih bekerja menjadi guru, dia tidak ingin di katakan memanfaatkan karena kedekatan sebagai keluarga. Saya juga pernah makan bareng bersama Bung Karno," cerita wanita cantik berdarah Belanda.


Menurutnya sosok Rai Srimben di mata Made Darwati sebagai wanita santun dan penurut, gemar menari dan mempunyai keahlian menenun. Ida Ayu Nyoman Rai Srimben merupakan anak kedua dari pasangan I Nyoman Pasek dan Ni Made Liran Sukanyeri.


"Suami saya I wayan Swecana Wisada kalau panggil Bung Karno itu Om. Dan makanan kesukaan Bung Karno itu getuk pohong. Pohongnya di tumbuk trus di giling di kasih kelapa. Jadi saya tau persis bagaimana Bung Karno, "tuturnya dengan lancar meskipun usianya cukup tua baginya tak membuat dia lupa akan kenangan ketika Darwati pernah tinggal bersama keluarga sang orator ulung.

I Putu Mahendra Dharmawan putra bersama Emi Van Vrida atau Made Dharwati (Foto: Div)

Diapun kembali menceritakan tentang silsilah keluarganya,"Kakek dari Bung Karno kan dari Bali bernama I Nyoman Pasek menikah dengan Ni Made Liran Sukanyeri trus punya anak tiga, pertama Made Pasek, kedua Ni Nyoman Rai Srimben (Ida Ayu Nyoman Rai Srimben) dan ketiga Ni Made Payas. Dari anak pertama itu adalah mertua saya, Ni Ketut Geria menikah dengan Nyoman Oka, anak yang ke 3 itu suami saya I Wayan Swecana Wisada, nah kalau bapaknya I Putu Mahendra Dharmawan Putra itu anak saya nomer 3," ungkap Darwati kepada awak media AnalisaPost dengan lancarnya.


"Rai Srimben itu dulu dia kawin lari karena keluarga di Bali sempat tidak merestui hubungan mereka. Begitu juga keluarga dari Raden Mas Soekeni Sosrodiharjo, tidak menyetujui hubungan mereka. Akhirnya mereka bisa menikah setelah membayar denda atas kesalahannya sebesar 25 ringit. Itu kisah yang rumit. Berbeda dengan kisah saya yang rumit karena dari umur 6 tahun sudah terpisah dengan 2 saudara saya," ujarnya lirih sambil mengusap air matanya dengan kedua belah tangannya yang terlihat mulai keriput.


"Nama papi eyang itu Stif Van Der Laeden, ibunya eyang dari keraton Yogyakarta, R.A Tin Tisnawati, 2 saudaranya Van Der Mai dan Van Der Bit sudah terpisah sejak eyang usia 6 tahun. Untuk anak-anaknya Bung Karno eyang belum pernah ketemu. Eyang terakhir ketemu dengan sepupu Bung Karno, Made Wati itu sudah lama dan di Banjar Bale Agung, eyanglah yang paling tua di sana," jelas Putu menambahkan.


Sebagai kerabat dekat dari Bung Karno, Putu tidak pernah menyangka bahwa keluarganya memiliki hubungan erat dengan sang Proklamator. Ia dan keluarganya tak pernah mengharap banyak dengan nama besar Bung Karno. Baginya kebahagiaan orang tua dan keluarganyalah yang utama agar kelak bisa menjadi sukses.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

483 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

תגובות


bottom of page