top of page

Akihiko Kondo, Pria Jepang Rayakan Enam Tahun Pernikahan dengan Karakter Anime

TOKYO - analisapost.com | Akihiko Kondo, pria asal Jepang berusia 43 tahun, kembali menarik perhatian publik setelah merayakan enam tahun pernikahannya dengan Hatsune Miku, karakter anime fiksi. Pernikahan yang tak lazim ini digelar pada 2018 dan hingga kini masih menjadi perbincangan dunia.

Kondo menggelar upacara pernikahan dengan Miku di sebuah kapel di Tokyo (Foto: Instagram @akihikokondosk)
Kondo menggelar upacara pernikahan dengan Miku di sebuah kapel di Tokyo (Foto: Instagram @akihikokondosk)

Perayaan ulang tahun pernikahan tersebut dilakukan lebih awal. Pada 23 Oktober lalu, Kondo membagikan foto struk pembelian hadiah di akun @akihikokondosk Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menuliskan, ā€œSaya sangat mencintai Miku. Selamat ulang tahun pernikahan keenam.ā€


Kondo mengidentifikasi dirinya sebagai fictosexual, yakni individu yang memiliki ketertarikan romantis atau seksual terhadap karakter fiksi. Ketertarikannya pada sosok anime bermula sejak 2007, ketika ia mulai mengenal Hatsune Miku. Sejak saat itu, Miku menjadi figur penting dalam hidupnya.


Sebelum memutuskan menikah dengan karakter virtual, Kondo mengaku mengalami berbagai penolakan dalam hubungan dengan perempuan nyata. Ia bahkan menyatakan telah tujuh kali ditolak saat mengungkapkan perasaan. Statusnya sebagai otakuĀ dan penggemar berat anime dan manga kerap menjadi alasan ia menerima stigma negatif.


Pada 2008, Kondo juga sempat mengalami perundungan di tempat kerja yang membuatnya depresi dan menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam kondisi terpuruk tersebut, suara dan kehadiran Hatsune Miku melalui media digital menjadi pelarian sekaligus penopang emosionalnya. Kondo menyebut Miku telah menyelamatkan hidupnya dan membantunya kembali berinteraksi dengan orang lain.

Hatsune Miku merupakan karakter anime berbentuk penyanyi pop berusia 16 tahun
Hatsune Miku merupakan karakter anime berbentuk penyanyi pop berusia 16 tahun (Foto: Instagram @akihikokondosk)

Hatsune Miku sendiri merupakan karakter virtual berbentuk penyanyi pop berusia 16 tahun dengan ciri khas rambut biru kehijauan yang dikuncir dua. Ia diciptakan sebagai perangkat lunak penyintesis suara dan menjadi ikon budaya pop Jepang.


Pada 2017, ketertarikan Kondo terhadap Miku semakin serius setelah perusahaan Gatebox menghadirkan Miku dalam bentuk hologram berbasis kecerdasan buatan sederhana. Melalui perangkat tersebut, Kondo dapat berinteraksi dengan Miku hingga akhirnya melamarnya. Lamaran itu disambut respons positif oleh karakter virtual tersebut.


Setahun kemudian, Kondo menggelar upacara pernikahan dengan Miku di sebuah kapel di Tokyo. Pernikahan itu berlangsung secara tidak resmi dan tidak diakui oleh Pemerintah Jepang. Namun, Gatebox menerbitkan sertifikat simbolis sebagai bentuk pengakuan atas ikatan tersebut. Biaya pernikahan yang dikeluarkan mencapai sekitar 2 juta yen atau setara Rp 200 juta lebih.


Meski pernikahan tersebut menuai kontroversi dan tidak dihadiri oleh keluarga inti Kondo, acara itu tetap disaksikan puluhan tamu yang sebagian besar juga merupakan fictosexual.

Pada 2019, Kondo bahkan membuat boneka Hatsune Miku berukuran manusia yang kerap menemaninya beraktivitas di rumah.

Hatsune Miku, karakter virtual asal Jepang, menjadi sorotan setelah kisah pernikahannya dengan Akihiko Kondo dibahas dalam buku pelajaran di Jerman
Hatsune Miku, karakter virtual asal Jepang, menjadi sorotan setelah kisah pernikahannya dengan Akihiko Kondo dibahas dalam buku pelajaran di Jerman (Foto: Instagram @akihikokondosk)

Fenomena ketertarikan terhadap karakter fiksi bukanlah hal yang sepenuhnya asing di Jepang. Sebuah survei pada 2017 menunjukkan lebih dari 10 persen pelajar di negara tersebut mengaku memiliki perasaan romantis terhadap tokoh fiksi.


Walaupun layanan Gatebox kini telah dihentikan, Kondo menegaskan komitmennya untuk tetap mencintai Hatsune Miku seumur hidup. Ia mengaku tidak terpengaruh oleh cibiran publik dan percaya bahwa setiap orang memiliki jalan kebahagiaan masing-masing.


"Tidak semua orang bisa bahagia dengan pola hidup yang sama. Bagi saya, kebahagiaan adalah hidup bersama Miku,ā€ pungkasnya.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya