Baksos Akupuntur Bagi ABK

SURABAYA - analisapost.com | Hari ini ada kegiatan baksos di Yayasan Kanker Wisnuwardhana yang berada di jalan. Kayoon No 16 - 18 Surabaya.(16/6/22). Autis terjadi karena adanya gangguan perkembangan nerobiologis. Masalah ini tentu saja harus segera diatasi karena menyangkut masa depan dari anak tersebut.

Terapis berikut pasien, Foto : Charles

Ada sekitar 60 ABK yang akan mengikuti pengobatan akupuntur. Terlihat para orang tua penuh kesabaran menemani anaknya.


Beberapa orang tua sangat senang adanya kegiatan tersebut. Meskipun baru pertama kali tetapi keinginan untuk sembuh cukup tinggi.


Pantauan dari Analisa Post rata rata mereka takut jarum. Bahkan sebelum ditusuk sudah ada yang menangis. Penyakit yang diderita bermacam macam. Nampak terapis dengan sabar menghadapi ABK.


Yang membuat kaget ternyata anak kecil yang didiagnosa terkena ginjal sebelah kirinya bengkak.


Para orang tua berikut ABK, foto : Charles

Menurut dr. Edo Tandea SpBS, FRCS, MRCS, Ph.D, C.Ac itu disebabkan banyak hal seperti mungkin pernah jatuh hingga makanan. Intinya tidak boleh makan yang pedas pedas sama yang mengandung zat besi tinggi wajib dihidari.


Untuk terapi penyembuhan harus rutin. Pastinya tidak mudah karena itu faktor genetik. Dan itu menyumbang sepuluh persen. Kembali normal sekitar lima persen. Disamping itu faktor DNA. Siapa pun manusia tidak bisa gantikan DNA.


Kegiatan hari ini semacam pengenalan. Ini lho ada terapi. Kesulitannya mereka takut jarum. Caranya biasanya saya coba satu jarum dulu, kalau tidak sakit baru ditambah lagi.

Harapannya secara medis masuk secara herbal juga. Sedangkan obatnya kalau bisa yang herbal, pintanya. Sedikit berbeda yang disampaikan Vivin Komalia selaku Ketua AAI DPD Jatim mengatakan dibutuhkan penanganan khusus.


Akupuntur itu preventif, penyembuhan, pencegahan dan perawatan. Justru adanya kegiatan ini untuk lebih mengenal akupuntur.


Selama ini akupuntur hanya dikenal untuk mengobati stroke. Ternyata ABK bisa juga menggunakan terapi akupuntur.


Kendalanya takut jarum, lari dll. tidak jarang orang tua takutnya anaknya ditusuk. Solusinya dibujuk dan dikenalkan. Selain itu dibutuhkan kerjasama antara orang tua dan terapis.


Respon para orang tua sangat bagus. Rencananya baksos akan menjadi agenda rutin.

Seadainya ada donatur otomatis akan gratis. Tapi kalau tidak ada mau tidak mau akan dikenakan biaya. Ujarnya saat mengakhiri perbincangan dengan Analisa Post.(Che)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com

#AAI #yayasankankerwisnuwardhana



25 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua