Super Flu Mengintai, Pemkot Surabaya Minta Warga Tak Panik tapi Tetap Waspada
- analisapost

- 5 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan dini terhadap penyakit Super Flu. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa Pemkot terus mencermati perkembangan situasi epidemiologi secara nasional. Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus Super Flu yang tersebar di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur.
"Super Flu disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis yang lebih berat dibandingkan influenza musiman. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,ā ujar Lilik, Selasa (27/1/26).
Ia menjelaskan, gejala klinis Super Flu umumnya muncul secara mendadak. Penderita dapat mengalami demam tinggi hingga 39-41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi yang hebat, rasa lemas yang signifikan, sakit kepala berat hingga mengganggu konsentrasi, serta gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering yang berlangsung terus-menerus.
Penularan virus dapat terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung, seperti berjabat tangan, maupun kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi.
"Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,ā tegasnya.
Meski demikian, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak panik. Warga diminta tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, dan ruang publik.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain penggunaan masker di area kerumunan, menerapkan etika batuk dan bersin, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan.
"Langkah-langkah ini sederhana, tetapi sangat efektif dalam mencegah penularan,ā tambah Lilik.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, beristirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.
Menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala influenza juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
"Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,ā ujarnya.
Pemkot Surabaya juga meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah untuk aktif melakukan sosialisasi di wilayah masing-masing. Upaya tersebut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH), sekaligus melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga secara kolaboratif dan berkelanjutan.
"Dengan langkah terpadu ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan, tetap tenang menyikapi situasi, dan bersama-sama menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman Super Flu,ā pungkasnya. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar