Bengkel Kopi Tampil Beda Dengan Nuansa Seni Dan Misi Sosial

Diperbarui: 3 Jan


Foto : Charles

SURABAYA - analisapost.com | Bisnis warkop dan cafe begitu menjamur di kota Surabaya. Dengan konsep yang berbeda beda. Seperti sekarang ini, kebiasaan menikmati kopi sambil nongkrong di warung kopi (warkop) kian melekat menjadi budaya baru pada masyarakat.


Berkaca dari usaha warkop yang kian menjamur di tiap kota, tujuannya yang pasti agar ramai pengunjungnya. Hal ini di dasari banyak usaha-usaha warkop yang kian menjamur di tengah kota. Melihat potensi penghasilan yang besar dari usaha ini untuk mengetahui lebih detail maraknya usaha warkop tersebut. Analisa Post mendatangi Bengkel Kopi yang berada di jalan. Raya Prapen no. 22. Panjang Jiwo Surabaya.(2/1/22)


Berbisnis warkop dengan nama Bengkel Kopi, seakan menjadi sinyal bagi para enterpreneur baru dengan konsep yang ditampilkan cukup unik, dimana dinding tembok terdapat tulisan yang mengandung pesan moral.


Ersad selaku pengelola, sempat menceritakan gimana Bengkel Kopi terbentuk, "Tempat ini memang sangat strategis. Meski sederhana, warkop yang berada di jalan Raya prapen No 22 Panjang Jiwo Surabaya ini saya yakin pasti akan di buru pengunjung. Dengan segala upaya, dalam pembicaraan yang singkat, Edward Wenans selaku pemilik akhirnya menyetujui untuk membuat warung kopi." Tuturnya kepada awak media Analisa Post saat di minta menceritakan kisah awal mula berdirinya warkop Bengkel Kopi.


"Bengkel Kopi yang tepatnya lebih pas jika di sebut warung kopi bukan cafe ini, terbentuk pada tanggal 5 Oktober 2021 dan Openingnya tanggal 18 Desember 2021 dengan konsep mengarah ke seni." Paparnya.

Foto : Charles

Hal ini di buktikan adanya pameran lukisan yang di kolaborasi dengan jaran kepang. Jadi disini tempat berkumpulnya para pelaku seni. Poinnya kita memberi ruang bagi siapa pun yang akan menggunakan Bengkel Kopi. Kedepannya nanti akan dibuat seperti pujasera. Dengan sistem harga diambil 10%. Kalau laku ya sama-sama dapat, ketika tidak laku ya tidak masalah. Intinya kita berbagi dengan para UMKM". Tegasnya.


Bengkel Kopi sendiri bisa menampung kurang lebih 60 orang. Selain itu kita juga akan membantu mereka-mereka yang ingin mencari nafkah bagi keluarganya.


Bengkel Kopi menyajikan aneka jenis minuman antara lain : ada kopi gayo, cocktail, es susu dan espresso adalah minuman spesial dari Bengkel Kopi. Sedangkan makanan yang tersedia antara lain rawon, bakso hingga kare. Khusus makanan ringan yang sering dipesan itu roti bakar bang sad.

Foto : Charles

Di bukanya Bengkel Kopi disambut dengan antusias oleh masyarakat. Terlihat ada kurang lebih 40 sampai 50 yang keluar masuk. Dibuka mulai jam 11.00 wib untuk tutupnya menyesuaikan.


Bagi masyarakat yang bingung mencari tempat nongkrong atau meeting yang nyaman dengan harga terjangkau langsung aja ke Bengkel Kopi.(che)








651 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua