Ceramah Malam Ke 7, Oleh Ustadz Korek Api

GORONTALO - analisapost.com | Sebelum dimulainya ceramah agama, kepala desa Patoameme memberitahu satu informasi mengenai beberapa poin, yang di sampaikan atas nama desa. Pemerintah mengucapkan Informasi sedikit bahwa, sebagai kapasitas pejabat kepala desa kecamatan Patoameme.

Suasana saat uztad memberikan ceramah (Foto: Istimewa)

Berhubung kec Botumoitu ada lima desa, kepala desa ini sudah mengakhiri masa jabatannya. Lima desa yakni Popaya, Tutulo, Patoameme, Bolihutuo, Kelima desa ini diisi oleh lima penjabat kepala desa semua berasal dari ASN (aparatur sipil negara) kantor camat Botumoito". jelas Candra.


Atas nama kepala desa Patoameme Candra Potutu , ada beberapa hal yang perlu disampaikan. Pertama, terkait yang menjadi pertanyaan masyarakat Patoameme bahwa penerimaan bantuan yang dikaitkan dengan vaksin, sesuai edaran surat resmi setiap penyaluran bantuan seperti BLT, PKH atau lainnya.


"Jadi penerima harus sudah divaksin satu, dua dan tiga, ini adalah aturan langsung dari pusat. Pemerintah Desa tidak ada niat untuk menahan bantuan", Tambahnya. Pada Rabu (04/05/22)


Sebelum mengakhiri sambutannya, dia menyampaikan,"Untuk kedepannya pemerintah Desa harapkan adalah kerja samanya, dan paham serta bisa menjalankan perintah, karena pemerintah Desa juga diberikan perintah dari pusat jadi sama-sama menjalankan perintah," ujar Candra.


Adapun dalam acara tersebut, dihadiri oleh Imam kecamatan Botumoito, Imam desa, tokoh-tokoh pendidik, agama, dan masyarakat.


KH ustadz Suarno Ibrahim,S.Pd.I. biasa disapa dengan (Ustadz Korek Api), berdoa untuk Seluruh hadirin wal hadirat, Semoga kita sama-sama dirahmati oleh Allah.


Kemudian Aya Ardi pantu selaku kepala desa botumoito "Tidak ada yang paling mulia, kecuali mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas kehendaknya karunia-Nya alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan, semoga kita selalu di berikan keberkahan dari segala yang kita miliki Sholawat serta salam," Tuturnya.

Ceramah yang dibawakan oleh Korek Api adalah, adanya keterkaitan antara tahun Rasulullah meninggal dan si Mayit, beliau menyampaikan,"Tadi dikasih tau bahwa ti oma ini meninggal sampai tanggal 84 tahun, sedangkan yang kita tahu nabi meninggal 83 tahun", ujar Ardi.


"Namun alhamdulillah ti oma diberikan usia yang sangat matang, sehingga selalu berkecimpung dengan kita, pastinya ada hal, sikap, dan perilaku, yang kurang berkenan dihadapan bapak ibu sekalian baik tetangga saudara kaka adik dan seluruh yang hadir ini, mari kita maafkan karena memang dalam al-quran, ketika kita memberi ma’af kepada yang sudah meninggal, dan menutup segala aibnya, InsyaAllah itu adalah pahala jariyah

Bapak ibu yang sangat kami muliakan," Tambahnya.


Maka tentu yang menjadi harapan dari keluarga adalah, untuk seluruh kerabat dan sanak saudara untuk memaafkan segala kesilapan sengaja dan tanpa disengaja.(Zebal)

18 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua