Danramil Simokerto Melakukan Pendekatan Melalui Pengobatan Tradisional

Diperbarui: 30 Jun 2021


Foto : Charles

Surabaya, Analisa Post | Hari ini di Balai RW 1 Sidokapasan GG.11 ada kegiatan yang berbeda. Dimana Danramil melalui Komsos (Komunikasi Sosial) antara TNI dan komponen masyarakat baik itu Muspika maupun masyarakat sendiri dalam hal TNI tetap manunggal dengan rakyat.


Tanpa ada kegiatan ini TNI sulit bersatu dengan masyarakat. Meskipun ini masa pandemi, komunikasi tetap terjalin dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan dll. Ingat yang masuk ke sini orang sehat.


Yang spesial diacara tersebut adalah pelatihan terapi tradisional. Adanya terapi tradisional itu sangat bermanfaat buat masyarakat.

Foto : Charles

Apalagi sekarang ini musim pandemi bagaimana cara kita bisa melakukan terapi buat diri sendiri atau keluarga dengan teknik-teknik tradisional. Contohnya kalau kita sesak ada titik-titik tertentu yang di terapi. Begitu juga dengan Imun tubuh ternyata terdapat titik-titik yang bisa menguatkan Imun caranya bisa dengan refleksi.


Selain itu yang tidak kalah penting adalah rempah-rempah yang bisa juga berfungsi untuk mencegah virus. Seperti garam, selain untuk menambahkan rasa, juga bisa untuk pengobatan. Asal penggunaan garam itu yang benar. Di pelatihan itu para warga akan diberikan teknik-teknik dasar terapi berdasarkan buku panduan.


Untuk bukunya sendiri terdiri dari akupresur dan refleksi. Di dalam tubuh juga ada organ yang wajib dipelihara. Bagaimana cara merawatnya yaitu ada titik syaraf yang ditekan. Khusus hari ini (25/06/2021) materi pelajarannya Akupresur dan Refleksi dengan teknik yang paling mudah.


Bahwa dengan terapi Akupresur dan Refleksi, tubuh kita akan sehat. Menurut info yang di dapat Analisa Post, sebenarnya dalam tubuh kita ada ini ada 720 titik.

Foto : Charles

Yang paling utama pencegahan Covid. Dalam kegiatan ini pemberi materinya adalah : Mayor Chb (K) Saimah sebagai Danramil Simokerto.


Selama pelatihan berlangsung para peserta saling bergantian bertanya agar tidak salah pijat. Disamping itu Saimah dengan ramah menjelaskan kepada awak media Analisa Post saat bertanya apakah ilmu terapi didapatkan secara otodidak beliau menjawab, "Saya sekolah lama belajar selama enam bulan. Bahkan di kantor saya jadikan tempat praktik. Tiap hari pasti ada pasien," ujarnya.


Sedangkan Pak Roni selaku RW mengatakan, "adanya pelantihan terapi secara singkat ini mempunyai manfaat yang besar dalam menjaga kesehatan tubuh", tuturnya.( Che )

17 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua