Gebu Minang-FPK Jatim Gelar Pentas Seni Peduli Korban Bencana Sumatera Barat
- analisapost
- 3 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Gebu Minang bekerja sama dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menggelar pentas seni bertajuk Peduli Bencana Alam Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026, bertempat di Rumah Gadang Gebu Minang Jawa Timur (GMJT), Gayung Kebonsari, Surabaya.

Pentas seni tersebut menghadirkan beragam pertunjukan budaya Nusantara, di antaranya tarian dan kesenian tradisional dari Madura, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Palembang, Bali, musik Minang yang dibawakan Ucok Sumbara dan Odi Malik. Selain pertunjukan seni, acara juga dimeriahkan dengan bazar kuliner UMKM binaan FPK Jawa Timur, pameran batu akik dan pusaka tradisional, serta lelang karya seni lukisan.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan digelar setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 24.00 WIB. Berbagai komunitas lintas etnis dan pelaku budaya di Jawa Timur turut terlibat, menjadikan acara ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus kolaborasi antarbudaya.
Ketua Panitia, Letkol Laut Agus Rizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan terhadap masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana alam. Menurutnya, pentas seni ini juga menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut digagas bersama Gempita Jawa Timur, Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), serta IKAKKO AMAL, dengan tujuan menghidupkan Rumah Gadang sebagai pusat kegiatan budaya dan kemanusiaan di perantauan.

"Acara ini kami gagas dengan satu tujuan sederhana namun bermakna, yakni bagaimana Rumah Gadang tetap hidup, ramai, dan bermanfaat bagi sesama. Sebagai masyarakat perantauan, kami tidak bisa melepaskan diri dari kondisi yang sedang terjadi di kampung halaman kami, Sumatera Barat,” ujar Letkol Agus.
Melalui pentas seni, lelang amal, bazar UMKM, serta pertunjukan budaya lintas daerah, panitia ingin menyampaikan pesan bahwa kepedulian dapat diwujudkan secara kreatif, inklusif, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh PKDP Jawa Timur bersama Gebu Minang Jawa Timur (GMJT), FPK Jatim, IRMITS, IMAMI, Daram Sumbar LPMK Kota Surabaya, serta KBRC. Panitia juga mengundang berbagai komunitas hobi untuk berpartisipasi dalam proses lelang guna meningkatkan nilai donasi yang terkumpul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media AnalisaPost, salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah lelang amal karya seni lukisan yang mendapat antusiasme tinggi dari para pengunjung.
Sejumlah pelukis turut berpartisipasi, di antaranya Ami Tri dengan karya berjudul Perahu Pinisi, Ovy Noviardhyani dengan lukisan Rumah Gadang, serta Hence Virgorina dengan karya Jembatan Ampera. Ketiga karya tersebut berhasil dilelang kepada para kolektor dan pemerhati seni.

Dari hasil lelang, lukisan karya Ovy Noviardhyani tercatat memperoleh harga tertinggi, yakni sebesar Rp 6 juta. Sementara itu, lukisan karya Ami Tri dan Hence Virgorina secara keseluruhan berhasil terkumpul senilai Rp 7 juta. Dengan demikian, total dana dari lelang tiga lukisan tersebut mencapai Rp 13 juta dan disumbangkan 100 persen untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Barat.
Ami Tri, salah satu pelukis yang terlibat dalam lelang amal, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi masyarakat terhadap karya seni yang dipersembahkan untuk kegiatan kemanusiaan.
"Bersyukur banyak yang mengapresiasi lukisan kami. Hasil lelang sepenuhnya disalurkan sebagai donasi kemanusiaan kepada korban bencana Sumatera Barat,” ucapnya sambil tersenyum.
Sementara Ketua Umum UMKM Jawa Timur, Joni Desman, S.Kom., M.Kom., menambahkan bahwa seluruh hasil lelang, termasuk dari karya seni, barang antik, dan produk UMKM, akan disalurkan sepenuhnya untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
"Momentum kehadiran berbagai komunitas besar ini kami manfaatkan sebagai ajang pelelangan. Seluruh hasil dari lelang lukisan, barang antik, kuliner khas, dan barang lainnya akan disumbangkan sepenuhnya untuk saudara-saudara kita di Sumatera Barat,” terangnya kepada awak media AnalisaPost, Sabtu (24/1/26).

Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat kolaborasi lintas budaya dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain membantu meringankan beban korban bencana, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi, gotong royong, serta menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan kemanusiaan yang menyatukan perbedaan. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

