top of page

HUT ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus Diwarnai Pesan Cinta Kasih

Diperbarui: 1 jam yang lalu

SURABAYA - analisapost.com | Peringatan ulang tahun ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus menjadi momentum spiritual bermakna bagi umat Buddha di Surabaya. Kegiatan yang digelar di Grand City Mall Surabaya, Senin (12/1/26), berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 200 umat.

Ketua Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus Teguh Santoso Wijaya bersama para bhikkhu dan pengurus cetiya memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur pada peringatan HUT ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus di Grand City Mall Surabaya
Ketua Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus Teguh Santoso Wijaya bersama para bhikkhu dan pengurus cetiya memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur pada peringatan HUT ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus di Grand City Mall Surabaya (Foto: Div)

Dua tahun perjalanan Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus dipandang sebagai wujud komitmen dalam menumbuhkan nilai-nilai Dhamma yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern, tanpa melepaskan akar kebijaksanaan ajaran Sang Buddha. Perayaan dirangkai dengan puja bakti dan syukuran atas berbagai capaian pengabdian yang telah dilakukan.


Puja bakti dipimpin oleh ShƬ Róng ZhĆØn DĆ  FĒŽshÄ« atau Suhu Rung Cen bersama Phra Latilamnau Thera. Sejumlah tokoh dan pemuka umat Buddha turut hadir, di antaranya Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Ketut Panji Budiawan, S.H., S.Ag., M.M.


Selain itu, hadir pula para ketua majelis, tokoh Majelis Buddhayana Indonesia (Majubuthi) Jawa Timur, Ketua Madha Tantri, Sekretaris Jenderal PTITD dan MARTRISIA, WALUBI Surabaya, serta Direktur Grand Heaven Surabaya.


Dalam sambutannya, Ketut Panji Budiawan SH, S.Ag, MM menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan beragama di Indonesia yang majemuk.


Ia menekankan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya mengaburkan keyakinan, melainkan sikap bijaksana dalam menjalankan ajaran agama dengan kesadaran, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan.


Menurutnya, ajaran Buddha memiliki warisan nilai yang kuat untuk menopang moderasi beragama, seperti praktik cinta kasih, welas asih, simpati atas kebahagiaan makhluk lain, serta keseimbangan batin.

Ketua Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus Teguh Santoso Wijaya menyampaikan sambutan pada peringatan HUT ke-2
Ketua Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus Teguh Santoso Wijaya menyampaikan sambutan pada peringatan HUT ke-2 (Foto: Div)

Nilai-nilai tersebut semestinya menjadi dasar dalam interaksi internal umat Buddha maupun dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Ia juga mengingatkan agar penguatan moderasi beragama dilakukan tanpa memandang suku, karena perbedaan tradisi dan praktik justru merupakan kekayaan spiritual yang saling melengkapi.


"Dalam pandangan Dhamma, tujuan semua praktik sejatinya sama, yakni mengakhiri penderitaan dan menumbuhkan kebijaksanaan. Ajaran Buddha sangat luas, apa yang kita pahami saat ini barulah sebutir pasir di padang yang tak berbatas,ā€ ujarnya kepada awak media AnalisaPost.


"Saya berharap peringatan ulang tahun ini diiringi dengan kedewasaan para pengurus. Ke depan, Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus dapat membangun sekolah-sekolah kebajikan yang bermanfaat bagi umat, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya,ā€ tuturnya.


Melalui peringatan ini, ia mengajak umat menjadikan cetiya sebagai ruang belajar, berdialog, dan bertumbuh bersama dalam semangat persatuan dan kedamaian.


Sementara Teguh Santoso Wijaya, Ketua Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus menambahkan, "Peringatan ulang tahun ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus ini kami rayakan secara sederhana. Cetiya tidak hanya kami maknai sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar, berbagi, dan membangun kebajikan bersama,ā€ ucapnya.


Menurutnya, perjalanan dua tahun ini merupakan hasil kebersamaan seluruh umat dan pengurus yang terus berupaya menghadirkan praktik Dhamma yang relevan dengan kehidupan modern tanpa meninggalkan esensi ajaran Sang Buddha.


"Kami berharap ke depan Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus dapat terus berkembang sebagai pusat pembinaan spiritual yang menebarkan cinta kasih, kebijaksanaan, serta semangat moderasi beragama bagi umat Buddha dan masyarakat luas,ā€ katanya.


Suhu Rung Cen mengingatkan ajaran Sang Buddha tentang anattā atau tanpa inti diri, yang mengajak umat memahami bahwa keakuan bersifat sementara. Kesadaran ini, katanya, melatih kerendahan hati, keterbukaan, dan kesiapan belajar dari siapa pun.


"Harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan mengikis ego dan menumbuhkan pengertian. Ketika ego melemah, cinta kasih akan menguat dan ruang dialog pun terbuka lebih luas," ucapnya.


Ia juga menekankan bahwa tujuan mempelajari Buddha Dhamma adalah menumbuhkan kebahagiaan bagi semua makhluk, bukan hanya untuk diri sendiri. Kebahagiaan, menurutnya, dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana, seperti memberi, berbagi senyuman, dan mendoakan sesama makhluk agar hidup berbahagia.


"Dalam ajaran Buddha kita mengenal doa ā€˜semoga semua makhluk berbahagia’, karena kebahagiaan adalah milik setiap makhluk,ā€ pesannya.

Ratusan umat Buddha mengikuti rangkaian puja bakti dalam peringatan HUT ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus di Grand City Mall Surabaya,
Ratusan umat Buddha mengikuti rangkaian puja bakti dalam peringatan HUT ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus di Grand City Mall Surabaya, Senin (12/1/26) (Foto: Div)

Peringatan ulang tahun ke-2 Cetiya Buddha Dhamma Sangha Lotus ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan peneguhan arah dan visi ke depan. Dengan semangat moderasi beragama dan pesan kebijaksanaan tentang pengikisan ego, kegiatan ini mengajak umat Buddha untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang sadar, rendah hati, dan penuh cinta kasih.


Acara ditutup dengan sikap anjali seraya melafalkan ā€œSaddhu, saddhu, saddhuā€, dilanjutkan dengan ramah tamah. Sejumlah umat tampak antusias meminta berkat dan doa sebelum meninggalkan lokasi. (Dna)


Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com di Google News klik link ini jangan lupa di follow.

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya