Diduga Tutup Aliran Sungai, Proyek Jembatan di Keputih Diprotes Warga
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 20 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Warga Perumahan Sukolilo Dian Regency 1 menyatakan keberatan atas pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan perumahan baru milik PT Heinrich Success Property. Proyek yang berlokasi di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, itu dinilai menjadi penyebab terjadinya banjir yang baru pertama kali dialami warga setelah puluhan tahun kawasan tersebut dikenal aman dari genangan.

Sejumlah warga, khususnya yang bermukim di Jalan Bahagia 1, menilai proyek jembatan tersebut menutup aliran sungai di sekitar lokasi. Akibatnya, saat hujan deras turun, air meluap dan menggenangi permukiman. Kondisi ini memicu keresahan karena pembangunan disebut belum memiliki kejelasan perizinan.
Dari pantauan tim AnalisaPost di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung. Para pekerja terlihat terus mengerjakan proyek meski penolakan dari warga belum menemukan solusi.
Berbagai upaya mediasi telah dilakukan, termasuk melibatkan sejumlah pihak terkait. Bahkan, DPRD Kota SurabayaĀ telah menggelar rapat dengar pendapat pada 6 Januari 2025. Namun, pertemuan tersebut dinilai tidak maksimal karena pihak pengembang tidak hadir.
Dari info yang didapat awak media AnalisaPost dari warga sekitar, bahwa banjir merupakan fenomena baru yang muncul setelah proyek jembatan mulai dikerjakan pada akhir Desember 2025.
Menurutnya, sebelum pembangunan berlangsung, wilayah Sukolilo Dian Regency 1 tidak pernah mengalami banjir. "Selama lebih dari 20 tahun kawasan ini aman. Namun setelah proyek berjalan, air masuk ke perumahan dengan ketinggian sekitar 15 hingga 20 sentimeter,ā ujarnya.
Ia juga menyebut material proyek diduga menutup aliran sungai. Dampaknya, air tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga merambah ke fasilitas umum, termasuk masjid di dalam kompleks perumahan.
Meski sebagian material sempat disingkirkan usai protes warga, sejumlah benda berat masih berada di lokasi dan menghambat aliran air. Keterangan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya disebut semakin menguatkan klaim warga.
Berdasarkan data dinas, kawasan tersebut tidak tercatat pernah mengalami banjir selama lebih dari dua dekade terakhir. Fakta itu menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek jembatan menjadi pemicu utama terjadinya genangan.
Atas kondisi tersebut, warga Keputih mendesak Pemerintah Kota SurabayaĀ untuk menghentikan sementara pembangunan jembatan, membuka secara transparan proses perizinan, serta melakukan audit teknis dan lingkungan secara menyeluruh.
Mereka mempertanyakan pihak yang memberi izin, tujuan pembangunan, serta alasan proyek yang disebut bermasalah itu tetap berjalan hingga merugikan masyarakat.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar